Produksi Beras Januari-April Tumbuh, Luas Panen dan Produksi Padi Naik

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras nasional pada Januari-April 2026 mencapai 14,03 juta ton. Berdasarkan nomor tetap BPS, jumlah tersebut meningkat 16.810 ton alias 0,12% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya nan sebesar 14,01 juta ton.

Pertumbuhan produksi beras tersebut sejalan dengan peningkatan produksi padi. Pada periode nan sama, produksi padi mencapai 24,36 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 28.765 ton alias 0,12% dibandingkan Januari-April 2025 sebesar 24,33 juta ton GKG.

Peningkatan juga terjadi pada luas panen padi. BPS mencatat luas panen Januari-April 2026 mencapai 4,51 juta hektare, bertambah 19.182 hektare alias 0,43 persen dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya sebesar 4,49 juta hektare. Angka tetap BPS tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan produksi beras pada awal 2026 ditopang oleh penguatan produksi di tingkat hulu.

Bertambahnya luas panen turut mendorong kenaikan produksi padi nan kemudian memperkuat kesiapan bahan baku beras nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah bakal terus menjaga momentum produksi tersebut dengan memastikan petani memperoleh support nan diperlukan, terutama dalam menghadapi musim tandus dan potensi El Niño.

"Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita kudu turun tangan, " tegas Amran dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan catatan BPS, produksi beras pada Januari 2026 mencapai 1,73 juta ton, kemudian meningkat menjadi 2,88 juta ton pada Februari. Produksi mencapai 5,02 juta ton pada Maret dan 4,40 juta ton pada April.

Secara kumulatif, produksi beras selama empat bulan pertama 2026 mencapai 14,03 juta ton dan tetap lebih tinggi dibandingkan periode nan sama tahun
sebelumnya. Pergerakan tersebut sejalan dengan produksi padi sebagai bahan baku beras. Produksi padi tercatat sebesar 3,01 juta ton GKG pada Januari, 5,01 juta ton GKG pada Februari, 8,71 juta ton GKG pada Maret, dan 7,63 juta ton GKG pada April. Dengan demikian, produksi padi Januari-April 2026 mencapai 24,36 juta ton GKG alias meningkat 28.765 ton dibandingkan periode nan sama pada 2025.

Capaian ini menjadi modal krusial untuk mempertahankan produksi pada periode berikutnya, terutama ketika sektor pertanian memasuki musim tandus dan menghadapi potensi El Niño. Kementerian Pertanian (Kementan) telah memperkuat beragam langkah mitigasi agar keterbatasan air tidak menghalang musim tanam maupun menekan produktivitas petani.

Salah satu langkah utama nan dilakukan adalah pompanisasi. Pada periode sebelumnya, pemanfaatan sekitar 100 ribu unit pompa bisa mendorong tambahan produksi sekitar 2,8 juta ton gabah di Pulau Jawa.

Tahun ini, Kementan kembali menyiapkan 56 ribu unit pompa air sebagai bagian dari mitigasi kekeringan. Upaya tersebut disertai dengan penguatan jaringan irigasi, optimasi embung dan perpipaan, percepatan tanam, serta pemanfaatan varietas padi nan adaptif dan tahan terhadap kekeringan.

Optimalisasi sumber air juga diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman, sehingga lahan nan sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali dalam setahun dapat ditingkatkan menjadi tiga kali tanam. Amran mengatakan, pengalaman menghadapi El Niño pada 2015 dan 2023 menjadi modal krusial bagi Kementan untuk menyiapkan langkah antisipasi lebih dini. Intervensi dilakukan secara menyeluruh melalui pompanisasi, perbaikan irigasi, peningkatan produktivitas, dan penggunaan bibit nan lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan.

"Sekarang El Niño dampaknya insyaallah kita mitigasi lantaran kita sudah persiapan jauh sebelumnya. Satu, pompanisasi. Dua, irigasi. Tiga, kita tingkatkan produksi. Kemudian ada bibit nan tahan kekeringan," ujar Amran.

Melalui penguatan produksi dan mitigasi akibat perubahan iklim, Amran menegaskan Kementan berupaya mempertahankan momentum positif nan tercermin dalam nomor tetap BPS Januari-April 2026. Pertumbuhan produksi beras, produksi padi, dan luas panen menjadi fondasi krusial untuk
menjaga kesiapan pangan nasional sekaligus memastikan aktivitas produksi dan pendapatan petani tetap terpelihara.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News