Pria di Pandeglang Dikeroyok hingga Tewas, 14 Pelaku Ditangkap

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Pandeglang -

Satreskrim Polres Pandeglang sukses mengungkap kasus pengeroyokan nan berakibat korban meninggal dunia. Sebanyak 14 orang pelaku sukses diamankan.

"Kita sudah menetapkan 14 orang sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan ini," kata Kasatreskrim Polres Pandeglang, Iptu Alfian Yusuf, Selasa (28/4/2026).

Alfian menjelaskan kasus ini bermulai saat korban berjulukan Iin Supriatna merental mobil milik salah satu pelaku inisial G (54) selama satu bulan. Namun katanya, hingga lenyap waktu rental, korban malah tidak mengembalikan mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kronologis awal, pada bulan Februari korban ini sempat menyewa alias merental (mobil) milik pelaku, di situ terjadi kesepakatan penyewaan selama 30 hari dengan biaya kurang lebih Rp 7 juta. Namun korban ini tidak ada kabar, dihubungi tidak bisa, akhirnya salah satu pelaku ini mencoba mencari tau keberadaan korban," jelasnya.

Alfian mengatakan proses pencarian nan dilakukan oleh G, akhirnya berbuah hasil. Korban ditemukan di wilayah Cikedal dan pada saat itu korban langsung dianiaya oleh para pelaku.

"Pelaku menemukan korban ada di wilayah Cikedal, kemudian dihampiri berbareng dengan rekan lainnya. Setelah ketemu terjadi lah penganiayaan tersebut lantaran pelaku sudah emosi," ucapnya.

Penganiayaan para pelaku terus bersambung di wilayah Jiput. Di Jiput korban kembali dianiaya dan ditelanjangi oleh para pelaku.

"Korban sempat dibawa ke wilayah Jiput, di mana korban sempat ditelanjangi dan diikat," kata Alfian.

Alfian melanjutkan usai melakukan tindakan penganiayaan, para pelaku sempat membawa korban nan sudah mengalami luka-luka ke Mapolsek Jiput. Ia mengatakan pihak kepolisian kemudian membawa korban ke Puskesmas lantaran sudah mengalami luka-luka nan cukup parah.

"Para pelaku membawa korban untuk diamankan di Mapolsek Jiput, piket Polsek Jiput menerima, namun dengan kondisi korban ini sudah babak belur, akhirnya Polsek Jiput membawa korban ke Puskesmas," katanya.

Alfian mengatakan ketika tiba di Puskesmas, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, korban mengalami kekerasan barang tumpul dan mengalami pendarahan di bagian otak.

"Hasil pemeriksaan forensik ditemukan kekerasan barang tumpul di sekujur tubuh korban. nan membikin korban meninggal bumi adalah pendarahan di otak dan patah tulang rusuk, nan mengakibatkan pendarahan di rongga dada," ungkapnya.

Pelaku G mengaku melakukan penganiayaan lantaran korban merental mobil tanpa ada niat untuk mengembalikan. Ia mengaku memukuli korban dengan tangan kosong.

"Pakai tangan doang," katanya.

(idn/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News