Pria di Asahan Ditemukan Tergantung, Ada Luka Memar di Tubuh

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi bunuh diri. Foto: Shutter Stock

Seorang laki-laki berjulukan Safi'i ditemukan tergantung di gorden jendela bilik rumahnya di Dusun 4, Desa Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumut, Selasa (2/6).

Safi'i ditemukan tewas dengan luka memar di bagian tubuhnya. Keluarga berprasangka bahwa korban tidak gantung diri.

Teguh, abang kandung korban, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh Kepala Dusun (Kadus) berjulukan Suriyadi dan seorang wanita. Korban nan telah meninggal bumi kemudian dibawa ke puskesmas.

Berdasarkan keterangan Suriyadi, Teguh mengatakan, korban disebut bunuh diri. Namun, dia tidak mempercayai itu. Ia berprasangka lantaran korban langsung dibawa ke puskesmas saat ditemukan bukan menghubungi polisi.

"Yang bilang bunuh diri itu Kadus. Terus dibawa ke puskesmas. Pulang dari puskesmas, singgah ke rumah adik saya (yang lain), mengatakan adik saya bunuh diri," kata Teguh saat ditemui di Polda Sumut, Kamis (25/6).

Teguh mengenal korban adalah sosok nan baik. Korban berdagang martabak di sekitar rumahnya. Sehingga Teguh merasa berprasangka atas kematian adik kandungnya.

"Ada ceritanya simpang siur. Karena dia sehari-harinya jualan martabak, tiba-tiba meninggal," ucap Teguh.

Kecurigaan makin kuat lantaran tidak ada bukti tali untuk bunuh diri nan ditunjukkan ke keluarga. Kabar meninggal bumi juga didapat setelah korban berada di puskesmas.

"Enggak ada (diperlihatkan talinya). Katanya tali kecil, tali nilon gitu. Enggak ada ditunjukkan ke keluarga," ujar Teguh.

"(Dapat berita sudah meninggal) waktu mereka belum pulang dari puskesmas. Itu jam 6 sore lewat, nyaris maghrib, saya ditelepon. Ditelepon bahwasanya adik saya sudah meninggal," sambung Teguh.

Luka Memar di Dada

Menurut Teguh, korban ditemukan luka memar di bagian dada sebelah kiri dan jejak jeratan di leher, sehingga membikin kecurigaan family pada kematian korban. Ia pun meminta agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kematian korban.

"Curiganya itulah lantaran ada memar di dada itu. Di dada sebelah kiri ada memar. Itu nan tahu, orang nan memandikannya. Kemudian ada jeratan di leher. Jadi kami bertanya-tanya, gimana kronologinya kenapa bisa gitu. Jadi kami minta nan berkuasa ini untuk mengusutnya," jelas Teguh.

Menurut Teguh, polisi tidak memeriksa kematian korban. Selain itu kepala dusun juga tidak melaporkan temuan tersebut ke polisi.

"Enggak ada (polisi datang). Saya kan tinggal di Aceh. Saya ke situ, mayatnya sudah dimandikan. Enggak ada (kadus lapor ke polsek)," imbuh Teguh.

Kasus ini lampau dilaporkan family ke Polda Sumut. Laporan polisi tersebut teregister dengan nomor: STTLP/B/1010/VI/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 25 Juni 2026.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan sekarang dalam penyelidikan.

"Pihak kepolisian pasti bakal tetap mencari tahu dengan penyelesaian scientific investigation. Kita bakal berupaya mengungkap itu. Kalau dia meninggal alias apa kemungkinan-kemungkinannya, kita dalami," kata Ferry, saat dihubungi, Kamis (25/6).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan