inerja Tetap Tumbuh di Tengah Dinamika Industri Konstruksi dan Pertambangan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
inerja Tetap Tumbuh di Tengah Dinamika Industri Konstruksi dan Pertambangan Ilustrasi(Dok Istimewa )

PT PP Presisi Tbk (PPRE) sukses membukukan keahlian positif sepanjang 2025 di tengah beragam tantangan dan dinamika industri bangunan serta jasa pertambangan. Perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,9 triliun alias tumbuh sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya nan mencapai Rp3,8 triliun. 

Capaian tersebut menjadi sorotan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, sekaligus mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi upaya dan upaya perusahaan menjaga produktivitas operasional secara berkelanjutan.

Dari sisi keuangan, PP Presisi juga bisa menjaga kondisi likuiditas nan sehat. Perseroan mencatat rasio likuiditas (current ratio) sebesar 1,15 kali, lebih tinggi dibandingkan pemisah covenant perbankan sebesar 1,1 kali. Sementara itu, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (interest bearing debt to equity ratio) tercatat sebesar 0,86 kali, tetap berada di bawah pemisah covenant nan ditetapkan. 

Direktur Utama PP Presisi Rizki Dianugrah mengatakan, beragam langkah strategis nan ditempuh perusahaan merupakan bagian dari transformasi berkepanjangan untuk membangun struktur upaya nan lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan pasar.

"Perseroan terus berfokus pada penguatan fundamental, optimasi portofolio bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional guna menciptakan pertumbuhan nan berkelanjutan," ujar Rizki dalam keterangannya. 

Selain menyetujui laporan tahunan dan penggunaan untung bersih, RUPSLB juga menetapkan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan kepemimpinan organisasi.

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi PP Presisi setelah RUPSLB Tahun 2026 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

1. Komisaris Utama/Komisaris Independen: Narwanto
2. Komisaris: Maulana Malik Ibrahim
3. Komisaris: Albert Simangunsong

Direksi:

1. Direktur Utama: Rizki Dianugrah
2. Direktur Keuangan & Human Capital Management: Ramlan Nurdiansah
3. Direktur Operasi: Yovi Hendra

Sementara itu, dalam RUPSLB Independen, pemegang saham menyetujui pelepasan seluruh kepemilikan saham Perseroan pada PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) kepada PT Lancarjaya Investama Abadi dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat struktur finansial melalui pemenuhan tanggungjawab kepada kreditur, menurunkan beban bunga, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat modal kerja guna mendukung aktivitas operasional dan pengembangan upaya di masa mendatang.

Aksi korporasi tersebut juga sejalan dengan program Penataan dan Pengelolaan Anak Perusahaan BUMN nan bermaksud meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio upaya dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia