Presiden Vietnam "Empat Mata" dengan Xi Jinping, Ada Apa?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan tetangga RI, Vietnam dengan China semakin mesra. Hal ini terjadi di tengah ketegangan Laut China Selatan (LCS), lantaran klaim China nan bersenggolan dengan kedaulatan Vietnam.

Mengutip AFP, Presiden Vietnam To Lam berjumpa dengan pemimpin China Xi Jinping di Beijing Rabu (15/4/2026). Keduanya berambisi memperdalam hubungan.

Kunjungan ini adalah perjalanan luar negeri pertama Lam sejak pemimpin Partai Komunis itu terpilih pekan lampau sebagai presiden. Ia menyebut hubungan dengan Beijing sebagai "prioritas utama".

Diyakini tindakan ini dilakukan Vietnam sebagai langkah menyeimbangkan hubungannya dengan Amerika Serikat (AS). AS telah menjadi pasar ekspor utama Vietnam, sekitar 25-30%.

"Xi dan Lam berjumpa di Balai Besar Rakyat Beijing dan menandatangani beberapa perjanjian kerja sama," kata penyiar pemerintah CCTV, tanpa memberikan perincian langsung.

"Kerja sama antara kedua negara perlu bergerak maju dari 'meningkatkan skala' ke 'meningkatkan kualitas'; dari memperluas perdagangan ke hubungan nan lebih dalam antara strategi pembangunan, koridor ekonomi, rantai produksi, rantai pasokan, dan prasarana strategis," tulis Lam dalam sebuah tulisan nan diterbitkan di surat berita milik pemerintah China, People's Daily, pada hari Selasa.

"China adalah pilihan strategis dan prioritas utama," ujar Lam juga selama pidatonya di Universitas Tsinghua Beijing kemarin, seperti nan dilaporkan media pemerintah Vietnam.

Perlu diketahui, ekspor China ke Vietnam melonjak 22,4% tahun lalu, dengan Vietnam menghabiskan US$198 miliar (sekitar Rp3.128 triliun) untuk barang-barang China. Angka itu lebih banyak daripada negara lain di Asia Tenggara.

Namun impor China dari Vietnam turun 0,7%. Hal itu menyebabkan Hanoi mengalami defisit besar mendekati US$100 miliar dengan Beijing.

Lam adalah salah satu dari sejumlah pemimpin nan berjamu minggu ini ke China, dari sejumlah negara-negara nan terdampak perang Timur Tengah. Dilaporkan pula diplomat utama Rusia Sergei Lavrov, Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan juga mengunjungi Negeri Panda.

Baik Vietnam maupun China mengimpor sebagian besar minyak mereka melalui Selat Hormuz, di mana pengiriman sebagian besar telah dihentikan lantaran perang AS-Israel dengan Iran. Hanoi memandang persaingan antara mitra jual beli utama AS dan Tiongkok sebagai penghalang utama bagi tujuan ambisiusnya untuk mencapai pertumbuhan dua digit selama lima tahun ke depan.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News