Presiden Prabowo Ingin Warga NTT Korban Gempa Dilayani Secara Langsung

Sedang Trending 8 jam yang lalu
Presiden Prabowo Ingin Warga NTT Korban Gempa Dilayani Secara Langsung Presiden Prabowo Subianto.(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Mbay, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi penduduk terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 nan mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8) lalu.

Dalam rapat koordinasi di Nagekeo, Presiden menjelaskan alasannya baru meninjau letak musibah beberapa hari setelah kejadian. Menurutnya, langkah ini diambil secara sengaja guna memberikan ruang bagi lembaga mengenai dan pemerintah wilayah untuk konsentrasi pada pelayanan darurat tanpa terpecah konsentrasinya oleh protokoler kunjungan kenegaraan.

"Memang sengaja, di awal-awal gempa saya tidak datang, lantaran saya mau memberikan kesempatan kepada semua lembaga untuk melayani rakyat secara langsung," ujar Presiden Prabowo. Ia menambahkan bahwa kehadiran pejabat pusat di masa awal musibah sering kali justru mengalihkan konsentrasi pejabat wilayah nan kudu melakukan penjemputan dan pendampingan.

Meski baru tiba di lokasi, Presiden menegaskan bahwa dirinya terus memantau perkembangan penanganan musibah dari Jakarta secara intensif. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak nan telah bereaksi sigap dalam menangani akibat gempa di Flores.

Data Korban dan Dampak Bencana

Berdasarkan info Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (25/8), total korban meninggal bumi akibat gempa M7,7 ini telah mencapai 103 jiwa. Sebaran korban jiwa mencakup tujuh kabupaten di wilayah Flores.

Kabupaten Jumlah Korban Jiwa
Kabupaten Manggarai 41
Kabupaten Manggarai Timur 34
Kabupaten Nagekeo 13
Kabupaten Sikka 6
Kabupaten Ngada 5
Kabupaten Ende 3
Kabupaten Manggarai Barat 1
Total 103

Secara demografis, korban meninggal bumi terdiri dari 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan. Dari sisi usia, golongan lansia menjadi nan paling terdampak dengan persentase 45 persen, diikuti dewasa 37 persen, anak dan remaja 12 persen, serta sisanya merupakan balita dan batita.

Selain korban jiwa, BNPB mencatat sebanyak 1.666 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan tingkat cedera tertinggi, di mana 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan. Hingga saat ini, BNPB tetap terus melakukan pemutakhiran info seiring dengan masuknya laporan tambahan dari lapangan. (Ant/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia