Preman di Tanah Abang Palak Tukang Bubur Rp 300 Ribu, Alasannya Jatah Keamanan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Ilustrasi penjara. Foto: sakhorn/Shutterstock

Sebuah video nan memperlihatkan tindakan arogan seorang laki-laki diduga preman menghancurkan mangkuk milik pedagang bubur viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di area Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (9/4).

Berdasarkan narasi nan beredar, pelaku diduga mengamuk lantaran tidak diberikan duit jatah bulanan sebesar Rp 100 ribu.

Dalam rekaman video, terlihat pelaku mengambil tumpukan mangkuk dari gerobak pedagang dan membawanya ke atas trotoar. Ia kemudian membanting mangkuk-mangkuk tersebut hingga hancur berkeping-keping di depan sang pedagang.

Terkait perihal ini, Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, memastikan bahwa ada tiga pelaku nan sudah ditangkap.

"Piket reskrim telah mengambil keterangan korban dan melakukan koordinasi dengan pak RW, kemudian sukses membawa pelaku berjumlah 3 orang berjulukan TDT (26), DA (36), dan OP (36) penduduk Kampung Bali," kata Dhimas kepada wartawan, Jumat (10/4).

Dhimas menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.40 WIB. Berdasarkan laporan masyarakat, para pelaku diduga melakukan tindak pidana pemerasan dengan ancaman kekerasan.

Berbeda dengan narasi di media sosial nan menyebut nomor Rp 100 ribu, polisi mengungkap para pelaku meminta nominal nan lebih besar disertai ancaman senjata tajam.

"Pelapor sedang jual beli bubur di TKP dan datang 3 orang pelaku meminta duit jatah keamanan sebesar Rp 300 ribu, sembari menakut-nakuti bakal menusuk andaikan tidak di berikan," terang Dhimas.

Positif Gunakan Sabu

Saat penangkapan, polisi turut menyita peralatan bukti berupa senjata tajam. Selain itu, para pelaku juga diketahui positif menggunakan sabu.

"Pelaku juga telah dilakukan cek urine dengan hasil ketiganya positif metamphetamine [sabu]," pungkas Dhimas.

Saat ini pelaku telah dibawa oleh Polsek Tanah Abang untuk pemeriksaan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan