
Liverpool siap menghadapi Galatasaray di 16 besar Liga Champions 2025-2026. (Foto: Instagram/liverpoolfc)
ISTANBUL – Kompetisi kasta tertinggi Eropa, Liga Champions 2025-2026, kembali memanas pekan ini. Sorotan tertuju pada laga leg pertama babak 16 besar nan mempertemukan raksasa Turki, Galatasaray, melawan wakil Inggris, Liverpool, di Rams Park pada Rabu 11 Maret 2026 pukul 00.45 WIB.
Duel ini menjadi panggung pembuktian bagi tim tamu nan dihantui catatan jelek setiap kali menginjakkan kaki di markas tim berjuluk Cimbom tersebut.
Pertandingan Liga Champions secara live dapat disaksikan streaming di Vision+ channel beIN Sport dengan klik di sini.
Galatasaray melaju ke babak 16 besar setelah melewati drama luar biasa di fase playoff melawan Juventus. Meski sempat kalah 3-2 melalui babak perpanjangan waktu pada 25 Februari lalu, skuad didikan Okan Buruk tetap berkuasa lolos berkah kelebihan agregat 7-5.
Pada kejuaraan domestik, Victor Osimhen dan kawan-kawan juga tengah di atas angin setelah membungkam Besiktas 1-0, nan mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Liga Turki 2025-2026.
1. Angker bagi Tim Tamu
Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi senjata mematikan bagi Galatasaray. Statistik mencatat Liverpool selalu pulang dengan tangan sunyi dalam tiga kunjungan terakhir mereka ke Rams Park.
Wolves vs Liverpool. (Foto: Instagram/liverpoolfc)
Tak hanya itu, Galatasaray punya rekor mentereng melawan klub Inggris, di mana mereka tidak terkalahkan dalam delapan dari sembilan laga kandang terakhir melawan tim asal Premier League. Ditambah kekuatan lini serang nan dipimpin Victor Osimhen menjadi ancaman nyata.
Striker asal Nigeria ini merupakan tokoh protagonis saat Galatasaray menundukkan Liverpool 1-0 di fase grup pada September 2025 lalu. Pelatih Okan Buruk diprediksi bakal kembali mengandalkan bentuk dan kecepatan untuk mengacak-acak pertahanan The Reds nan dikawal Virgil van Dijk.
2. Liverpool Diterpa Badai Cedera
Di sisi lain, Liverpool didikan Arne Slot datang dengan misi memutus tren negatif di laga tandang Eropa. Meski sempat tampil dominan di fase grup dengan mengoleksi 18 poin dan finis di ranking ketiga, performa Liverpool di babak gugur belakangan ini condong tidak stabil.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·