Prancis Redam Aksi Massa dengan Memperpanjang Jam Malam

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Prancis Redam Aksi Massa dengan Memperpanjang Jam Malam Aksi massa di Prancis.(AFP)

OTORITAS di beberapa kota di Prancis memperpanjang alias memberlakukan jam malam pada Selasa malam waktu setempat menyusul tindakan kekerasan selama demonstrasi akhir pekan. Paris dan Lyon memperpanjang pembatasan nan telah berlaku, sementara Marseille memberlakukan jam malam untuk pertama kalinya dengan menyasar anak di bawah umur.

Di Paris, kepolisian memperluas pemberlakuan jam malam ke Place de la Republique dan sebagian area Les Halles, mulai pukul 23.00 waktu setempat pada Selasa hingga pukul 06.00 pada Rabu (21/10), menurut portal buletin France Info. Pihak berkuasa juga kembali memberlakukan larangan seluruh perkumpulan nan tidak mendapat pemberitahuan resmi, mulai pukul 20.00 hingga 06.00.

Larangan tersebut mencakup sejumlah area strategis di ibu kota, termasuk sekitar Istana Elysee, Majelis Nasional, Senate, Champs-Elysees, Chatelet, serta stasiun-stasiun kereta api utama. Di Lyon, jam malam di pusat kota diperpanjang mulai pukul 21.00 hingga 06.00. Sementara itu, larangan berkumpul dimajukan dari pukul 18.00 menjadi pukul 16.00 dan bakal tetap bertindak hingga jam malam dimulai.

Sementara itu, Benoit Payan, wali kota Marseille nan berada di pesisir, mengumumkan pemberlakuan jam malam terbatas nan menyasar anak di bawah umur. Kebijakan tersebut bertindak mulai pukul 22.00 pada Selasa hingga pukul 05.00 selama beberapa hari ke depan di sejumlah bagian pusat kota.

Di Toulouse, pihak berkuasa mengumumkan bahwa jam malam bakal mulai bertindak pada Kamis malam dan berjalan hingga Minggu, setiap hari mulai tengah malam hingga pukul 05.00. Jam malam nan sebelumnya diumumkan di Bordeaux dan Nice tetap diberlakukan sesuai jadwal.

Secara terpisah, Liga Sepak Bola Profesional Prancis mengumumkan penundaan pertandingan Ligue 2 antara Montpellier dan Red Star, klub asal Paris, nan semula dijadwalkan berjalan pada Sabtu, menyusul pengumuman rencana demonstrasi baru. Pertandingan nan semula dijadwalkan pada Sabtu sore tersebut ditunda hingga Senin atas permintaan pihak berwenang.

Adapun sekitar 550.000 orang mengikuti 110 tindakan demonstrasi di seluruh Prancis pada Sabtu lalu, termasuk 110.000 orang di Paris. Sementara itu, sekitar 400 orang ditangkap di seluruh negeri. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑