Pramono Sebut Giant Sea Wall Perlu untuk Hadapi Rob, Tunggu Arahan Pusat

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan tanggul laut raksasan (giant sea wall) diperlukan untuk menangani ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah di Jakarta. Adanya giant sea wall dianggapnya bisa menyelesaikan persoalan itu secara jangka panjang.

"Memang jika mau menyelesaikan secara menyeluruh dan jangka panjang, maka giant sea wall itu sangat diperlukan," ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

Pramono mengatakan pihaknya tetap menunggu pengarahan dari pemerintah pusat. Dia berambisi pembangunan Giant Sea Wall segmen Jakarta bisa segera dimulai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menunggu pengarahan dari pemerintah pusat, dan tentunya kami berambisi mudah-mudahan segmen Jakarta ini bisa segera dimulai," kata dia.

Meski begitu, Pramono mengatakan pihaknya sudah membangun tanggul-tanggul di pesisir Jakarta. Dia mengatakan persoalan itu sudah relatif tertangani.

"Kalau di Jakarta sendiri, sebenarnya kita kan sudah membangun apa, tanggul-tanggul pesisir. Kalau di Jakarta sendiri sebenarnya relatif udah tertangani. Dan jika kemudian ada banjir rob dan udah berulang kali, kita bisa menguasai itu," ucapnya.

Prabowo Minta Proyek Disegerakan

Presiden Prabowo Subianto menyebut giant sea wall di Pantai Utara (Pantura) Jawa kudu segera dibangun. Dia mengatakan jangan sampai ada musibah terlebih dulu baru proyek ini dibangun.

"Kita juga kudu membangun giant sea wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Ini absolut kudu kita lakukan, jangan kita tunggu musibah datang," kata Prabowo dalam pidatonya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo menyebut kudu belajar dari negara lain, seperti Belanda nan sukses melindungi banyak masyarakat lewat pembangunan giant sea wall.

Prabowo juga menyinggung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) nan menghasilkan teknologi untuk pembangunan giant sea wall nan diperkirakan memerlukan 20 tahun. Pembangunannya bakal dibagi jadi 15 segmen.

"Pembangunan ini kita rencanakan dibagi 15 segmen dari Banten sampai Jawa Timur, sampai Gresik. Dan jika dilaksanakan serentak, sesungguhnya mungkin berkurang dari 20 tahun," kata dia.

(jbr/jbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News