Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memprioritaskan penyelesaian proyek pembangunan SDN Cipete Utara 01 nan sempat terbengkalai.
Pramono menegaskan agar akomodasi pendidikan tersebut dapat segera diselesaikan dan langsung dimanfaatkan oleh para siswa.
Instruksi tegas ini disampaikan merespons keluhan mengenai molornya pengerjaan gedung sekolah di Jakarta Selatan tersebut. Padahal, pihak Suku Dinas Pendidikan setempat sebelumnya memproyeksikan proses pembangunan hanya menyantap waktu enam bulan, namun kenyataannya sudah melangkah nyaris satu tahun dan tak kunjung rampung.
Pramono mengungkapkan, hambatan utama nan membikin proyek ini tersendat adalah adanya perubahan konsep perencanaan di pertengahan jalan. Gedung sekolah nan semula dirancang empat lantai mendadak diubah menjadi area terpadu (mixed-use) setinggi 20 lantai.
"Problem utama di SDN 01 Cipete adalah ketika di awal perencanaannya untuk SD dengan 4 tingkat. Kemudian dalam perjalanan berubah menjadi mixed-use, dibangun ke atas, kurang lebih menjadi 20 tingkat," ujar Pramono saat memberikan keterangan di Menteng Atas, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).
Pramono menyayangkan perubahan kreasi nan dinilai kurang matang tersebut sehingga memicu ketidakpastian pengerjaan di lapangan. "Dan dalam perjalanan maju-mundur, maju-mundur, maju-mundur dan enggak jadi, sehingga ada pembangunan nan terbengkalai," lanjutnya.
Guna mengurai persoalan ini, Pramono mengaku telah memanggil jejeran Dinas Pendidikan untuk mengembalikan konsentrasi utama proyek pada gedung bentuk sekolah dan mengesampingkan dulu konsep mixed-use.
"Kemarin saya sudah memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan jejeran mengenai nan berangkaian dengan ini, saya minta untuk segera diselesaikan untuk SD-nya dulu. Untuk urusan mixed-use berikutnya. Tetapi nan paling krusial SD-nya segera selesai dan segera bisa digunakan," tegas Pramono.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·