Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan membangun Jakarta tidak bisa dilakukan seorang diri alias hanya mengandalkan satu partai politik.
Ia menyebut support dan kerjasama lintas partai diperlukan untuk menyelesaikan beragam persoalan Ibu Kota.
Hal itu Pramono sampaikan saat menghadiri sekaligus membuka Pameran Lukisan SBY Art Community 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (18/8).
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyinggung hubungannya dengan AHY dan Partai Demokrat dalam konteks pembangunan di Jakarta.
"Bagaimanapun Jakarta memerlukan support, support termasuk tentunya dari partai nan dipimpin oleh Mas AHY (Demokrat). Enggak bisa orang merasa menjadi jagoan sendiri di Jakarta, enggak ada," kata Pramono dalam sambutannya.
Pramono: Tak Pernah Bedakan Partai Saat Bangun Jakarta
Pramono mengatakan dirinya tidak pernah membedakan latar belakang partai ketika turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan di Jakarta.
Ia apalagi mengaku kerap membujuk personil legislatif dari Fraksi Demokrat ketika turun langsung ke masyarakat. Menurutnya, persoalan Jakarta kudu diselesaikan bersama-sama.
"Bahkan saya jika turun ke lapangan, mungkin jika ada fraksinya Mas AHY (Demokrat), selalu saya ajak turun ke lapangan. Enggak pernah saya membedakan dari partai A, B, C, D, enggak ada," tegasnya.
"Saya bilang jika saya turun ke lapangan adalah bersama-sama dengan semua, semuanya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di lapangan," sambung Pramono.
Pernyataan itu disampaikan Pramono di hadapan AHY nan juga merupakan Ketua Umum Partai Demokrat. Pramono sendiri merupakan politikus PDI Perjuangan.
Dalam pembukaan pameran lukisan SBY Art Community 2026, AHY dan Pramono juga turut membikin goresan pada kanvas. AHY mencampurkan warna merah dan biru dalam satu goresan. Sementara itu, Pramono mencampurkan seluruh warna nan tersedia menjadi satu goresan pada kanvas.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·