Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merealisasikan program sekolah cuma-cuma di sekolah swasta sebagai langkah nyata memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Tahun ini, sesuai Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 312 Tahun 2025, sebanyak 103 sekolah swasta masuk dalam program tersebut dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 253.625.139.600.
Sebanyak 40 sekolah swasta penerima lanjutan memperoleh pendanaan selama 12 bulan, mulai Januari hingga Desember 2026. Sementara itu, sebanyak 63 sekolah swasta penerima baru mendapatkan pendanaan selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026.
Program sekolah swasta cuma-cuma mencakup jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB nan tersebar di lima wilayah kota manajemen Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk kesungguhan Pemprov DKI untuk memastikan anak-anak Jakarta tetap memperoleh pendidikan nan layak, termasuk bagi family dengan keterbatasan ekonomi.
"Jakarta secara sungguh-sungguh mulai mengalokasikan anggaran untuk sekolah swasta gratis. Mudah-mudahan, apa nan dilakukan Pemprov DKI Jakarta dapat memutus rantai ketidakberuntungan dalam family kurang mampu," ujar Pramono, Sabtu (26/4) dalam keterangan tertulisnya.
Selain program sekolah swasta gratis, Pemprov DKI Jakarta memastikan beragam support pendidikan lainnya tetap berlanjut, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta program pemutihan ijazah.
Pramono menyampaikan selamat kepada seluruh penerima manfaat, baik pihak sekolah maupun peserta program support pendidikan. Ia berambisi beragam kebijakan ini menjadi injakan awal lahirnya generasi Jakarta nan lebih maju melalui akses pendidikan nan inklusif, tuntas, dan berkualitas.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·