Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka kesempatan penambahan sekolah swasta cuma-cuma jika anggaran memungkinkan. Pramono pun mengatakan ke depan dapat menambah sekolah swasta nan berada di lingkungan Kementerian Agama, ialah madrasah.
"Mudah-mudahan ke depan jika kemudian ruang fiskal DPRD DKI Jakarta dapat menambah, pasti bakal kami tambah (sekolah swasta gratis)," kata Pramono di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/4/2026).
"Ya pokoknya kudu setara bagi semuanya, termasuk madrasah," lanjutnya.
Dalam rapat paripurna nan berjalan di DPRD DKI Jakarta, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Muhammad Subki meminta sekolah swasta nan berada di lingkungan Kementerian Agama, ialah madrasah, bisa dimasukkan dalam program sekolah swasta gratis.
"Saya mengusulkan kepada gubernur dan jajarannya agar sekolah cuma-cuma di susul kelak dengan madrasah swasta gratis," kata Subki.
Subki mengatakan program sekolah swasta cuma-cuma pada tahun aliran 2026/2027 telah menyasar 103 sekolah. Namun, katanya, Pemprov DKI Jakarta juga perlu memperhatikan sekolah swasta lain, terutama nan berada di bawah Kementerian Agama, ialah madrasah, nan sampai saat ini belum masuk program sekolah swasta gratis.
"Perlu dicatat bahwa di Jakarta ada juga pendidikan nan di bawah koordinasi Kementerian Agama, ialah madrasah, mereka anak Jakarta, mereka bayar pajak. Maka jangan sampai diskriminasi ini kepanjangan," ujarnya.
(bel/whn)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·