PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan keahlian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan dari 15-19 Juni 2026. Pada periode tersebut, IHSG ditutup naik 2,82 persen ke 6.177,139 dari 6.007,656 pada pekan lalu.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, melaporkan kapitalisasi pasar mengalami kenaikan 2,51 persen menjadi Rp 10.788 triliun dari sebelumnya Rp 10.524 triliun pada pekan lalu.
“Sedangkan, rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami perubahan, ialah sebesar 1,02 persen menjadi Rp 25,81 triliun dari Rp 25,06 triliun pada pekan sebelumnya,” kata Kautsar melalui keterangannya, dikutip Sabtu (20/6).
Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 5,58 persen menjadi Rp 24,81 triliun dari Rp 25,06 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara rata-rata gelombang transaksi harian juga turun 10,33 persen menjadi 2,25 juta kali transaksi dari 2,51 juta kali transaksi pada pekan lalu.
“Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp 3,19 triliun dan sepanjang tahun 2026, penanammodal asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 68,25 triliun,” ujar Kautsar.
BEI menegaskan pasar modal Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Kautsar menyatakan perihal tersebut tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian nan mencapai Rp 24,7 triliun, jumlah penanammodal nan telah melampaui 28,3 juta, serta sekitar 80 persen emiten nan membukukan untung positif pada kuartal I 2026.
“BEI juga mendorong pemanfaatan kebijakan buyback saham sebagai strategi untuk memperkuat nilai jangka panjang pemegang saham,” tutur Kautsar.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·