Pramono Buka Opsi Swasta Terlibat Dalam Penataan Kabel Semrawut di Jakarta

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam kunjungan ke Jalan Kemuning, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka opsi keterlibatan badan upaya alias pihak swasta dalam penataan kabel di Jakarta. Penataan kabel tersebut bakal menjadi program menyeluruh nan ditargetkan melangkah selama lima tahun.

Penataan kabel sebelumnya telah dilakukan di sejumlah lokasi. Namun, ke depannya program tersebut bakal diperluas agar penanganan kabel dilakukan secara menyeluruh.

"Memang di tahap awal seperti nan kemarin kami sampaikan di Jalan Satrio, tetapi ini bakal menjadi program nan menyeluruh selama 5 tahun untuk segera bisa menuntaskan," kata Pramono saat meninjau Jalan Kemuning, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Menurut Pramono, Pemprov DKI sekarang telah mempunyai Peraturan Daerah (Perda) nan menjadi dasar dalam penanganan kabel. Karena itu, pelaksanaannya tidak hanya mengandalkan pemerintah wilayah melalui Dinas Bina Marga.

"Sekarang Perda-nya sudah ada, sehingga dengan demikian untuk penanganan kabel dimasukkan ke dalam itu bukan hanya dilakukan oleh pemerintah wilayah melalui Bina Marga," jelasnya.

Kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Raya Soepomo, Jakarta, Rabu (9/9/2026), dengan kepadatan dari selepas Tugu Pancoran sekitar 2km arah Manggarai. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pramono mengatakan Pemprov DKI membuka kesempatan bagi badan upaya maupun pihak swasta untuk ikut terlibat dalam penataan kabel tersebut.

"Kami juga membuka opsi keterlibatan badan upaya ataupun swasta untuk terlibat dalam perihal itu," kata Pramono.

Ia menjelaskan, persoalan kabel di Jakarta tidak hanya berangkaian dengan jaringan komunikasi. Jaringan listrik juga menjadi bagian dari persoalan kabel nan perlu ditangani.

"Problem kabel di Jakarta selain komunikasi adalah listrik," ungkapnya

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel nan tetap berada di permukaan Jakarta dapat diturunkan ke bawah tanah dalam waktu lima tahun. Penataan jaringan utilitas tersebut mencakup sekitar 6.500 kilometer kabel di beragam wilayah Ibu Kota.

Pemprov DKI Jakarta telah mempunyai payung norma untuk menata jaringan utilitas melalui Perda Nomor 8 Tahun 2025. Penataan dilakukan berbareng Dinas Bina Marga dan badan upaya swasta.

“Saya terus terang mem-planning-kan dalam 5 tahun semua kabel-kabel nan ada di permukaan itu bisa diturunkan. Dan jika itu bisa diturunkan, maka wajah Jakarta pasti bakal sangat berbeda,” kata Pramono saat meninjau pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan