Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8: 13 Sampel DNA Keluarga Diteliti

Sedang Trending 46 menit yang lalu
 13 Sampel DNA Keluarga Diteliti Ilustrasi(Dok Basarnas)

SEBANYAK 13 sampel DNA dari family inti korban tenggelam KMP Virgo Transport 8, telah diambil oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Jawa Timur di Posko Ante Mortem di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (15/9).

“Kami menerima 43 info ante mortem nan berasal dari family maupun rekan kerja korban, namun baru 13 kita ambil buccal swab untuk sampel pemeriksaan DNA. Sampel tidak diperiksa pada semua nan melaporkan, hanya family inti sebagai info pembanding,” kata Kaor DVI Biddokkes Polda Jatim Dokter Budi Prasetyo di Surabaya, Selasa (15/9).

Menurut Budi, pengambilan sampel tidak dilakukan kepada seluruh pelapor lantaran DNA hanya dibutuhkan dari kerabat nan mempunyai hubungan biologis dengan korban.

Posko Ante Mortem Surabaya terus berkoordinasi dengan Posko Ante Mortem di Banjarmasin. Nantinya seluruh info korban dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan, hingga provinsi lain bakal diintegrasikan menjadi satu pedoman info nan diperbarui setiap hari.

“Memang operasi DVI ini satu kesatuan terintegrasi antar-polda. Data nan diambil selalu kita match-kan sehingga kelak menjadi big data nan terkoordinasi setiap hari,” katanya.

Dalam proses identifikasi tersebut, tim DVI menggunakan dua metode, ialah primer dan sekunder. Metode primer meliputi pencocokan sidik jari, info gigi, dan DNA.

“Sidik jari kita kita gali dari rekan-rekan Inafis ya dari Reskrim, itu bisa dari KTP korban ya, ataupun dari ijazah, seperti itu. Kemudian kita tanyakan jika untuk primer itu ada gigi,” ujarnya.

Sedangkan untuk metode sekunder dilakukan dengan menggali info karakter bentuk korban, seperti tanda lahir, jejak operasi, properti nan dikenakan sebelum kejadian seperti busana terakhir, gelang, alias jam tangan.

Seluruh info ante mortem tersebut nantinya bakal dibandingkan dengan hasil pemeriksaan pos mortem terhadap jenazah korban.

“Ketika korban ditemukan, kita lakukan pemeriksaan di pos mortem, kemudian kita match-kan dengan info ante mortem nan sudah dikumpulkan dari keluarga,” katanya.(FL/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia