Pramono: Bir Pletok hingga Dodol Kini Jadi Suguhan Wajib untuk Tamu Balai Kota

Sedang Trending 14 jam yang lalu
Bir pletok, salah satu minuman unik Indonesia nan kaya manfaat. Foto: Kemenparekraf

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat identitas budaya Betawi dalam beragam aktivitas pemerintahan.

Salah satu langkah nan sekarang diterapkan adalah menjadikan bir pletok dan dodol sebagai suguhan wajib bagi tamu nan datang ke Balai Kota DKI Jakarta.

Pramono mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk memenuhi janji dalam melestarikan budaya Betawi selama memimpin Jakarta.

“Saudara-saudara sekalian apa nan saya lakukan untuk Betawi lantaran janji saya. Kalau saudara-saudara lihat sekarang ini nyaris semua aktivitas pemerintahan di Balai Kota warnanya Betawi,” kata Pramono saat menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).

Dagangan dodol betawi dalam aktivitas Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026). Foto: Melano Shalusa/kumparan

Menurut Pramono, nuansa Betawi sekarang tidak hanya ditampilkan dalam penyelenggaraan aktivitas pemerintahan, tetapi juga diterapkan dalam prosesi pelantikan pejabat di lingkungan Balai Kota.

Ia mengungkapkan telah mewajibkan pelantikan pejabat dilakukan setiap hari Rabu dengan mengenakan busana budaya Betawi.

“Bahkan untuk melantik pejabat di Balai Kota saya mewajibkan setiap hari Rabu pelantikan. Semuanya kudu pakai kebaya encim pakai apa nan serong-serong tadi? Ujung serong sampai lupa,” tuturnya.

Selain itu, Pramono mengatakan suguhan unik Betawi nan sebelumnya tidak pernah tersedia dalam aktivitas di Balai Kota sekarang menjadi bagian dari jamuan wajib.

Ia menyebut dodol dan bir pletok sekarang selalu disajikan kepada tamu nan berjamu ke Balai Kota.

Produksi Bir Pletok Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

“Dan seluruh aktivitas di Balai Kota nan dulu enggak pernah ada nan namanya dodol nan saya pada waktu itu diajak Bang Foke pergi ke tempat itu. Sekarang dodol itu disajikan apalagi Bir Pletok menjadi minuman wajib bagi siapa pun nan datang ke Balai Kota,” katanya.

Menurut Pramono, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan budaya Betawi dalam kehidupan pemerintahan sehari-hari, bukan hanya sebatas pagelaran kesenian.

Ia juga mengaku berterima kasih dapat menghadiri peringatan Milad ke-25 FBR lantaran organisasi tersebut dinilainya mempunyai akar rumput nan kuat di Jakarta.

“Maka dengan demikian Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian, sekali lagi saya berterima kasih hari ini datang milad FBR ke-25. Kenapa saya bersyukur? nan pertama saudara-saudara sekalian, ini adalah organisasi akar rumput nan besar di Jakarta,” jelas Pramono.

“Ini adalah organisasi nan solid. Enggak pernah saya datang ke aktivitas nan sebenarnya minta maaf lebih dari 1 jam alias 45 menit, jadwalnya gubernur ini padat banget, tapi untuk Kiai Lutfi (Ketum FBR, KH Lutfi Hakim) hari ini saya enggak membatasi,” sambungnya.

Pramono kembali menegaskan bahwa pelestarian budaya Betawi tidak cukup hanya diwujudkan melalui simbol-simbol budaya seperti ondel-ondel alias palang pintu. Menurutnya, nan lebih krusial adalah memastikan identitas dan nilai-nilai budaya Betawi tetap diwariskan kepada generasi mendatang.

“Sehingga dengan demikian saudara-saudara sekalian perihal nan menyangkut kebetawian bukan hanya urusannya ondel-ondel palang pintu, bukan. Urusan nan paling mendasar adalah menjawab pertanyaan Kiai Lutfi untuk anak-anak kita di masa depan,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan