Kabar duka datang dari Yogyakarta, pelukis kenamaan Nasirun menghembuskan napas terakhir, Sabtu (1/8).
Informasi ini dibenarkan tetangga Nasirun, Bimo Aditya.
"Benar (Nasirun meninggal dunia). Ini saya sedang bersiap ke rumah beliau," kata Bimo Aditya saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8).
Bimo mengatakan saat ini jenazah Nasirun tetap di rumah sakit sebelum dibawa ke rumah duka di Perum Bayeman Permai, Kasihan, Bantul.
"Jenazah tetap di RS AMC," katanya.
Lanjut Bimo, Nasirun rencananya bakal dimakamkan di Makam Seni Imogiri.
"Di Makam Seni Imogiri. Untuk jamnya belum diketahui," ujarnya.
Bimo menjelaskan Nasirun tidak mempunyai riwayat sakit. Kemarin, Bimo juga tetap berbincang dengan Nasirun.
"Tidak ada riwayat. Kemarin sore tetap ngobrol sama saya," kisahnya.
Namun, beberapa waktu nan lampau Nasirun memang sempat mengeluhkan dada sakit dan masam lambung.
"Cuma akhir-akhir ini ngeluh dada sakit sama masam lambung, kemarin. Jadi ya selama ini sehat-sehat saja," kata Bimo.
Tentang Nasirun
Nasirun merupakan seniman kelahiran Cilacap pada 1 Oktober 1965.
Nasirun hijrah ke Yogyakarta pada tahun 1983 untuk menempuh pendidikan di sekolah seni. Maestro lukis ini terkenal dengan penggunaan komponen kebudayaan Jawa dalam setiap karyanya.
Tak hanya di Indonesia, karya Nasirun terkenal hingga ke Amerika Serikat dan Eropa.
Beberapa waktu lalu, karya Nasirun turut dipamerkan di Pameran Seni Rupa "Mata Hati Soekarno" di Le Gareca Space, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6). Karya nan dia pamerkan berjudul "Sang Flamboyan".
16 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·