Pembuatan Silase Jerami Padi, Inovasi Pemanfaatan Limbah dan Dukung Peternak

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat nan dilaksanakan oleh Tim Universitas Padjadjaran melalui program “Pemberdayaan Kelompok Tani dan Ternak Melalui Inovasi Pascapanen Padi dan Pemanfaatan Limbah Jerami di Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung” menghadirkan solusi inovatif dalam pemanfaatan limbah jerami padi (Gambar 1).

Salah satu konsentrasi utama aktivitas ini adalah pengolahan jerami menjadi silase, ialah pakan ternak hasil fermentasi nan mempunyai nilai nutrisi lebih baik dan daya simpan lebih lama. Inovasi ini menjadi pengganti krusial untuk mengurangi limbah pertanian sekaligus mendukung ketahanan pakan bagi peternak.

Gambar 1. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Materi training disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Iman Hernaman, M.Si., IPU., mahir nutrisi ternak ruminansia dan teknologi pakan dari Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Dalam materi pelatihan, dijelaskan konsep dasar pembuatan silase dari jerami padi, mulai dari pemilihan dan penyiapan bahan, hingga proses fermentasi.

Jerami nan digunakan sebaiknya dalam kondisi segar alias cukup basah, kemudian dicacah agar ukuran lebih mini dan mudah difermentasi. Proses pencacahan ini juga berkedudukan dalam meningkatkan luas permukaan bahan sehingga mikroorganisme fermentasi dapat bekerja lebih optimal dalam menguraikan serat jerami. Proses pencacahan menggunakan mesin pencacah seperti terlihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Pencacahan Jerami (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Tahapan pembuatan silase dilanjutkan dengan penambahan bahan pendukung seperti molase alias sumber gula lainnya, serta inokulan mikroba jika diperlukan. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah rapat udara ialah drum, lampau dipadatkan untuk memadatkan bahan dan menghilangkan celah nan bakal diisi oleh oksigen.

Kondisi anaerob ini sangat krusial agar proses fermentasi melangkah dengan baik dan menghasilkan silase berkualitas, nan ditandai dengan aroma masam segar dan tidak berjamur. Proses pembuatan silase disajikan pada Gambar 3.

Gambar 3. Proses Pembuatan Silase (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Selain proses pembuatan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai faktor-faktor nan memengaruhi kualitas silase, seperti kadar air, kepadatan bahan, dan lama fermentasi. Umumnya, proses fermentasi berjalan selama 14 hingga 21 hari sebelum silase siap digunakan sebagai pakan ternak. Tim juga menekankan pentingnya kebersihan dan ketelitian selama proses agar tidak terjadi kontaminasi nan dapat menurunkan kualitas hasil akhir.

Melalui aktivitas ini, golongan tani dan ternak di Desa Bumiwangi memperoleh pengetahuan dan keahlian baru dalam mengolah jerami padi menjadi produk nan berbobot tambah.

Pembuatan silase tidak hanya membantu menyediakan pakan ternak sepanjang tahun, tetapi juga mengurangi praktik pembakaran jerami nan berakibat jelek bagi lingkungan. Dengan demikian, program pengabdian ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pertanian berkepanjangan berbasis penemuan teknologi sederhana dan aplikatif.

Oleh: Asep Yusuf, Wahyu K. Sugandi, Iman Hernaman - Universitas Padjadjaran

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan