Serang, CNN Indonesia --
Kopral R, prajurit TNI Angkatan Darat (AD) nan bekerja di Kodim 0602/Serang resmi jadi tersangka dan mendekam di penjara Denpom III/4 Serang, Banten.
Kopral R dianggap turut serta dalam kasus pengeroyokan hingga pembacokan dua personel Brimob bersama mata elang (matel) alias debt collector (DC).
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf. Mahmuddin Abdillah mengatakan Kopral R diduga menjadi pelindung matel untuk membacok personil Brimob Polda Banten tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah kita proses dan dijadikan tersangka. Ditahan di Denpom III/4 Serang. Patut diduga (jadi backing matel)," ujarnya, Kamis, (4/6)).
Sebelumnya, empat debt collector ditangkap dan 6 orang tetap buron. DC nan pertama kali ditangkap usai kejadian berinisial FN dan YS, sebelum sempat masuk ke Gerbang Tol (GT) Serang Barat. Kemudian setelah dilakukan pengejaran, Polda Banten kembali menangkap GB dan MM di wilayah Tangerang.
Pada malam kejadian, kendaraan nan bakal ditarik oleh DC sempat dilempari oleh batu dan dipukuli. Kemudian pengendaranya diancam oleh para mata elang (matel), julukan lain bagi DC.
Para matel berkomunikasi melalui aplikasi berjulukan PT Putra Putri nan berisikan info kendaraan penunggak pembayaran ke leasing. Dari situlah mereka saling berkomunikasi untuk memantau mobil nan bermasalah.
"Keempat pelaku diketahui berada di letak kejadian dengan peran nan berbeda-beda, ada nan melakukan pelemparan batu, melakukan pengancaman, pemerasan, hingga berupaya merebut kendaraan milik korban," tuturnya.
Saat kendaraan milik personel Brimob Polda Banten berhenti, para matel menakut-nakuti untuk menyerahkan mobil nan dikendarai.
Jika tidak mau ditarik, maka kudu menyerahkan sejumlah uang, nan saat itu belum disepakati, sehingga terjadilah keributan.
Mengetahui ada temannya dikeroyok oleh belasan matel, sejumlah personel Brimob segera datang ke lokasi, hingga sukses menangkap dua orang DC berinisial FN dan YS di malam kejadian.
Bahkan dalam sebuah video nan beredar, sejumlah personel Brimob dengan busana hitam komplit dan ada nan memegang senjata api laras panjang, nampak menggiring FN dan YS masuk ke dalam mobil.
"Kami mengimbau agar tidak ada lagi aktivitas premanisme dengan cara-cara merampas kendaraan di jalan, khususnya di wilayah norma Polda Banten. Kami bakal menindak tegas setiap pelaku nan melakukan tindakan tersebut," jelasnya.
(ynd/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·