Prajurit Kopassus Ini Tak Mau Bocorkan Lokasi Pasukannya Meski Kaki Ditembak hingga Diamputasi

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Minggu, 08 Februari 2026 |08:04 WIB

Prajurit Kopassus Ini Tak Mau Bocorkan Lokasi Pasukannya Meski Kaki Ditembak hingga Diamputasi

Prajurit Kopassus/TNI

JAKARTA -   Keberanian dan sikap teguh personil Kopassus Kolonel Inf. Agus Hernoto dalam menjalankan misi operasi, menjadikannya sebagai legenda pasukan baret merah. Pasalnya, Agus mempertaruhkan nyawa dalam mengemban tugas operasi.

Bahkan, tokoh militer dan intelijen Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani namalain Benny Moerdani rela dikeluarkan dari Kopassus lantaran memihak Agus Hernoto.

Saat itu, Komandan RPKAD Kolonel Moeng Parhadimoeljo memindahkan Agus Hernoto ke Staf Umum Angkatan Darat III Bagian Organisasi lantaran abnormal seusai pulang dari operasi.

Dalam kitab biografinya berjudul "Kolonel Inf. Agus Hernoto: Legenda Pasukan Komando dari Kopassus Sampai Operasi Khusus” dikutip  Minggu (8/2/2026), Agus Hernoto nan saat itu berkedudukan Letnan Dua (Letda) mendapat tugas untuk memimpin Operasi Banteng I untuk membebaskan Irian Barat sekarang Papua dari cengkeraman Belanda.

Operasi Banteng I merupakan operasi penyelundupan alias penyelundupan ke belakang garis musuh melalui udara. Operasi militer ini sebagai tindak lanjut dari Tri Komando Rakyat (Trikora) nan dikumandangkan Presiden Soekarno pada 9 Desember 1961.

Operasi ini terbilang rawan dan taruhannya adalah nyawa. Panglima Mandala Mayjen TNI Soeharto nan melepas keberangkatan pasukan di Lapangan Udara Lahat, Amahai, Ambon, menyebut misi ini sebagai one way ticket (misi tanpa ada agunan bisa selamat kembali pulang).

Aksi berani prajurit Kopassus juga membikin heran Belanda. Mereka tidak menyangka, tentara Indonesia berani melakukan penerjunan di pedalaman rimba rimba Papua nan galak di pagi buta.

Saat Kapten Benny Moerdani bertanya siapa nan mau jadi komandan dan terlibat dalam operasi ini, saya lihat Pa Agus salah satu dari segelintir nan maju. Sementara nan lain hanya saling menatap satu sama lain,” kata Pratu Tambeng Tamto, anak buah Agus Hernoto.

Tepat pukul 03.30 awal hari waktu setempat, tiga pesawat Dakota C-47 dipimpin Mayor Udara Y.E. Nayoan, Komandan Skuadron 2 Transport lepas landas mengangkut pasukan nan bakal diterjunkan di wilayah Fakfak.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com