Prahara Cinta Tak Direstui di Balik Penculikan Lansia di PIK

Sedang Trending 4 hari yang lalu

CW sebelumnya menjalin cinta dengan CKH. Tetapi belakangan, family CKH mengendus latar belakang CW seorang laki-laki beristri dan sudah mempunyai anak.

"Setelah ayah korban tahu pelaku punya istri dan anak, hubungan itu diputus. Pelaku juga di-cut off dan diblokir,” kata kapolsek.

CW kehilangan CKH. Berulang kali dia coba menghubungi korban meminta bertemu. Namun keinginannya selalu ditolak hingga akhirnya pelaku mengambil jalan nekat.

“Dia minta ketemu korban, tapi sudah diblokir. Akhirnya dia nekat,” ucap dia.

Kronologi Upaya Penculikan

Di tengah kegalauan nan melanda, munculkan buahpikiran menculik orang tua CKH. Dalam menjalankan aksinya, CW tidak sendiri. Ia membujuk FAP (26) nan bekerja sebagai penyelenggara di lapangan.

FAP bekerja sebagai petugas keamanan di pusat kebugaran apartemen di PIK. Keduanya saling kenal lantaran sering berolahraga di gym nan sama.

“Kenalnya saat gym bareng,” ujar Agta.

CW menjanjikan mobil pada FAP jika bersedia membantunya.

Pada 16 April 2026 lalu, korban sedang berolahraga di perumahannya Jalan Camar Permai 4, RT 02/06, Kapuk Muara, Penjaringan, pukul 06.15 WIB. Korban tiba-tiba dihampiri mobil Toyota Fortuner putih nan datang dari arah belakang. Ketika kendaraan itu melintas, FAP keluar dari pintu belakang kiri dan langsung menangkap korban.

Pelaku berupaya menyeret dan memaksa korban masuk ke mobil. Korban melakukan perlawanan sengit sembari berteriak minta tolong.

Meski sempat terjatuh ke jalan, korban terus meronta. Pelaku nan panik lantaran korban berteriak membatalkan aksinya dan tancap gas.

Sementara korban mengalami luka di bagian lengan, jari dan siku akibat terjatuh serta diseret pelaku. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma dan ketakutan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita