Prabowo Tegaskan RI Non-Blok di Depan Putin: Kami Hormati Semua Kekuatan

Sedang Trending 20 jam yang lalu
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan prinsip politik luar negeri Indonesia adalah non-blok. Prabowo mengatakan Indonesia mau mempunyai hubungan baik dengan semua kekuatan besar dunia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Forum itu dibuka oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Indonesia telah sangat terbuka selama berpuluh-puluh tahun. Kami terbuka mengenai kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami mau mempunyai hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar," kata Prabowo dalam sesi tanya jawab berbareng moderator.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan Indonesia tidak tergabung dalam aliansi militer alias pakta pertahanan apa pun di dunia. Mantan Menhan itu menegaskan Indonesia juga independen dalam menjalankan perekonomian, sehingga dia membujuk seluruh negara untuk menjalin kerja sama.

"Secara tradisi, kami adalah negara non-blok. Seperti nan saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer apa pun. Kami menghormati semua kekuatan besar. Secara ekonomi, kami juga berdikari dan kami mau bekerja sama dengan semua sahabat kami, kami mau bekerja sama dengan semua negara," ujarnya.

Prabowo menekankan pemerintahannya terbuka pada segala negosiasi dengan beragam negara secara adil. Dia menegaskan Indonesia tak bakal terlibat dalam kerja sama dengan satu pihak untuk melawan pihak lainnya.

"Hal ini sudah sangat terbuka sejak hari pertama dalam semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka mengetahui perihal ini. Dan kami menawarkan perdagangan nan adil. Jadi, kami tidak memandang adanya masalah nyata bagi kami," kata Prabowo.

"Namun seperti nan saya katakan, lantaran kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak bakal bekerja sama dengan satu golongan untuk melawan kepentingan golongan lain. Kami bakal memperlakukan, dan kami bakal memperlakukan semua orang nan mau datang ke Indonesia secara adil," kata dia.

(fca/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News