Prabowo Tegaskan Defisit APBN 3% Tidak Akan Diubah Kecuali Keadaan Darurat

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 16 Maret 2026 |20:48 WIB

Prabowo Tegaskan Defisit APBN 3% Tidak Akan Diubah Kecuali Keadaan Darurat

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemisah maksimal defisit anggaran sebesar 3% terhadap PDB tetap. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemisah maksimal defisit anggaran sebesar 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap dipertahankan dan tidak bakal diubah, selain Indonesia menghadapi keadaan darurat skala besar. Pernyataan ini memberikan kepastian kepada pasar dan penanammodal dunia bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal.

Presiden menyebut bahwa patokan nan lahir pasca-krisis finansial Asia ini merupakan instrumen vital dalam pengelolaan finansial negara.

“Batas defisit itu adalah perangkat nan baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya selain ada keadaan darurat nan sangat besar seperti COVID-19. Saya berambisi kita tidak perlu mengubahnya,” kata Prabowo dalam wawancara eksklusif berbareng Bloomberg nan dirilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Senin (16/3/2026).

Presiden Prabowo menolak pendapat pertumbuhan ekonomi nan didorong melalui penambahan utang secara masif. Ia menekankan prinsip kehati-hatian nan dia pegang teguh sejak awal dalam mengelola pengeluaran negara.

“Jangan membelanjakan lebih dari nan kita hasilkan. Itu adalah prinsip dasar kehidupan untuk bisa bertahan,” tegas Prabowo.

Meskipun menyadari banyak negara Uni Eropa nan mulai meninggalkan sasaran ketat tersebut, Prabowo memilih agar Indonesia tetap pada jalur disiplin. Ia optimis bahwa penguatan sumber daya alam dan daya pengganti seperti biofuel dan panas bumi bakal membawa Indonesia pada titik efisiensi tinggi dalam dua tahun ke depan, sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber luar.

Menyambung pengarahan Presiden, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan lebih rinci mengenai situasi nan memungkinkan defisit APBN melampaui pemisah 3 persen. Berdasarkan hasil rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian, Senin (16/3/2026), Purbaya menegaskan bahwa syarat utamanya adalah terjadinya resesi ekonomi global.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com