Presiden Prabowo Subianto.(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)
PRESIDEN Prabowo Subianto menargetkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia dapat meningkat dua kali lipat dalam beberapa tahun ke depan. Target ambisius ini didorong oleh karakter ekonomi kedua negara nan saling melengkapi serta rencana pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9). Ia mengusulkan agar kedua negara menetapkan tantangan nyata untuk menggandakan volume perdagangan pada periode peninjauan pertama FTA Indonesia-EAEU.
"Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan nan jelas bagi diri kita sendiri untuk menggandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia," ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan bahwa ekonomi kedua negara berkarakter komplementer. Rusia unggul dalam komoditas gandum, pupuk, energi, serta teknologi tingkat lanjut. Sebaliknya, Indonesia menawarkan minyak sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, hingga tenaga kerja muda nan produktif. Perbedaan kekuatan ini dinilai menjadi fondasi perdagangan nan setara tanpa kudu saling bersaing secara langsung.
Data menunjukkan tren positif dalam hubungan bilateral ini. Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia-Rusia tercatat mendekati US$5 miliar, naik 21,7% dibandingkan tahun 2024. Prabowo optimistis nomor ini bakal terus melonjak seiring berlakunya FTA Indonesia-EAEU pada awal 2027, nan bakal menghapus alias menurunkan bea masuk untuk 11.882 pos tarif.
Selain aspek tarif, Presiden juga menekankan pentingnya konektivitas fisik. Ia mendorong pembukaan jalur pelayaran langsung antara Vladivostok dan Indonesia, serta hubungan udara langsung untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat dan wisatawan. Menurutnya, prasarana logistik dan sistem pembayaran nan andal sangat krusial untuk mengubah kepercayaan individual menjadi kepercayaan institusional.
Sebagai pintu gerbang ASEAN dengan populasi 680 juta jiwa, Indonesia menawarkan akses strategis bagi pelaku upaya Eurasia. Prabowo membujuk Rusia dan personil EAEU untuk mempererat hubungan ekonomi guna menciptakan "dividen perdamaian" di area Asia Tenggara dan Eurasia.
"Kapal menggerakkan barang, pesawat menggerakkan persahabatan," pungkas Prabowo, menekankan pentingnya konektivitas menyeluruh dalam memperkuat hubungan kedua negara.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·