Prabowo Targetkan Ekonomi 8%, Rosan Sebut Butuh Investasi Rp 13.000 T

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta -

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut Indonesia memerlukan investasi Rp 13.032,87 triliun sepanjang 2025-2029. Angka tersebut dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 8% nan dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Rosan, kebutuhan investasi tersebut meningkat signifikan dibandingkan capaian investasi dalam satu dasawarsa terakhir. Target investasi tersebut meningkat 143% dibanding 10 tahun terakhir.

"Presiden menargetkan pertumbuhan mencapai 8% dan ini adalah sasaran nan diberikan, sehingga biaya nan dibutuhkan pada tahun 2025-2029, sasaran tersebut adalah Rp 13.032,87 triliun. Ini peningkatan kurang lebih 143% dari realisasi selama 10 tahun terakhir," kata Rosan dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Rosan menegaskan pemerintah tidak hanya berfokus mengejar besarnya nilai investasi nan masuk ke Indonesia. Kualitas investasi tetap menjadi perhatian utama agar bisa memberikan akibat nyata terhadap perekonomian dan pembuatan lapangan kerja.

"Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar besaran nominal, tapi juga menargetkan gimana investasi nan masuk ini adalah investasi nan berkualitas. Di saat bersamaan, realisasi alias akselerasi, penerapan serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi baik di wilayah maupun di nasional," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Rosan memaparkan datarealisasi investasi pada triwulan I-2026 mencapai Rp 498,8 triliun alias 24,4% dari sasaran 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun. Capaian tersebut juga menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung.

"Di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global, realisasi investasi selama triwulan I-2026 mencapai Rp 498,8 triliun. Angka ini tumbuh kurang lebih 7,2% alias 24,4% dari total sasaran di tahun 2026. Investasi ini juga menyerap kurang lebih 700 ribu tenaga kerja langsung alias naik 18,9%" tutup Rosan.

(ily/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance