Prabowo Tak Gentar Hadapi MSCI, Sentimen Positif ke IHSG Masih Terbatas

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2026 |07:59 WIB

Prabowo Tak Gentar Hadapi MSCI, Sentimen Positif ke IHSG Masih Terbatas

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto nan tidak gentar menghadapi Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai dapat memberikan sentimen positif. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)

JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto nan tidak gentar menghadapi Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai dapat memberikan sentimen positif terbatas bagi pasar saham. 

Namun, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara berkepanjangan tetap berjuntai pada langkah konkret pemerintah dalam membenahi transparansi dan tata kelola pasar modal.

Menurut Senior Investment Information Mirae Asset, M. Nafan Aji Gusta Utama, pernyataan Prabowo dapat memberikan akibat psikologis positif bagi penanammodal andaikan diikuti komitmen nyata untuk mempercepat reformasi pasar modal dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

“Pernyataan Presiden Prabowo Subianto nan menegaskan tidak gentar menghadapi ancaman MSCI dapat memberikan sentimen positif secara terbatas dari sisi psikologis, terutama andaikan dimaknai sebagai komitmen pemerintah untuk mempercepat reformasi pasar modal dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional,” kata Nafan kepada Okezone.com, Kamis (22/10/2026).

Meski demikian, Nafan menilai pernyataan tersebut belum cukup menjadi katalis bagi penguatan IHSG dalam jangka panjang. Investor tetap meletakkan perhatian pada persoalan transparansi kepemilikan saham, kecermatan info saham beredar bebas (free float), serta kredibilitas dan aksesibilitas pasar modal Indonesia.

Langkah Konkret Jadi Kunci Kepercayaan Investor

Nafan mengingatkan pemerintah perlu menindaklanjuti pernyataan tersebut dengan langkah nyata. Tanpa perbaikan nan terukur, pasar berisiko menilai sikap pemerintah sebagai respons melindungi nan belum menjawab kekhawatiran penanammodal global.

Menurut dia, pemulihan kepercayaan penanammodal memerlukan konsistensi dalam penegakan hukum, keterbukaan struktur kepemilikan saham, peningkatan free float, serta pemberantasan manipulasi perdagangan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑