Felldy Utama
, Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2026 |20:25 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak bakal mengorbankan kepentingan nasional. (Foto: Okezone.com/Setpres)
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak bakal mengorbankan kepentingan nasional dalam setiap kebijakan, termasuk dalam perjanjian jual beli Indonesia–Amerika Serikat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Penegasan itu disampaikan mengenai keputusan penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen nan telah melalui pertimbangan matang pemerintah.
“Saudara kudu percaya bahwa saya mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Jika saya menilai kepentingan nasional kita terancam oleh perjanjian apa pun, maka kita bisa meninggalkannya,” ujar Prabowo, Minggu (22/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia mendapatkan perlakuan unik dari Presiden AS, Donald Trump. Pemerintah, kata dia, tetap mempunyai ruang untuk melakukan negosiasi jika perjanjian dinilai merugikan.
“Dalam perjanjian kemarin, kita sepakat bahwa jika ada hal-hal nan belum berkenan bagi kedua pihak alias bertentangan dengan kepentingan kita, maka bakal dibuat klausul penyesuaian,” ujarnya.
Prabowo menyebut keistimewaan tersebut tidak dimiliki negara lain dalam perjanjian serupa dengan Amerika Serikat.
“Setahu saya, klausul seperti ini tidak ada dalam perjanjian dengan negara lain,” tuturnya, menambahkan.
Selain itu, Prabowo menilai Indonesia memperoleh untung signifikan dari kesepakatan ini. Sebanyak 1.819 komoditas strategis nasional, seperti kopi dan minyak sawit, mendapatkan tarif nol persen.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·