Ilustrasi(Antara)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti kekurangan master sebagai salah satu tantangan utama pemerataan jasa kesehatan di Indonesia. Pemerintah mencatat ratusan kabupaten/kota tetap memerlukan puluhan ribu master umum, master gigi, dan master spesialis.
"Untuk memperkuat pelayanan kesehatan kita, kita kudu menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan master umum dan master ahli kita," kata Prabowo saat berpidato pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Jumat (14/8).
Prabowo mengatakan kebutuhan tenaga kesehatan terutama terasa di wilayah nan jauh dari ibu kota provinsi dan wilayah Indonesia Timur. Bahkan, nyaris seluruh puskesmas disebut belum mempunyai 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap.
Berdasarkan info Kementerian Kesehatan nan disampaikan Prabowo, sebanyak 474 kabupaten/kota memerlukan tambahan 84.781 master umum. Sementara 505 kabupaten/kota memerlukan tambahan 127.580 master gigi.
Kebutuhan master ahli juga tetap besar. Sebanyak 481 kabupaten/kota memerlukan tambahan 55.712 master spesialis.
Untuk mengejar kebutuhan tersebut, pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi ahli dan subspesialis dalam 21 tahun terakhir. Program tersebut dikembangkan melalui perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit.
Pemerintah juga untuk pertama kalinya menghadirkan program studi ahli di 11 provinsi. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan master umum, master gigi, dan master ahli di beragam daerah.
Prabowo menegaskan penambahan tenaga medis kudu terus dilakukan agar masyarakat memperoleh jasa kesehatan nan memadai tanpa kudu menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan di daerahnya.
"Kita kudu memperbanyak dokter-dokter spesialis, master gigi, dan master umum kita," ujarnya.
Di sisi lain, Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah dalam memperluas akses jasa kesehatan. Salah satunya melalui program cek kesehatan cuma-cuma nan diluncurkan sejak Februari 2025.
Program tersebut disebut telah menjangkau 108 juta orang. Pada 2025 tercatat 70,2 juta peserta, sementara hingga akhir Juni 2026 terdapat 59,5 juta peserta, dengan sebagian masyarakat mengikuti pemeriksaan pada kedua periode.
Prabowo mengatakan jasa cek kesehatan cuma-cuma sekarang tersedia di 10.255 puskesmas nan tersebar di 38 provinsi. Pemerintah juga terus melakukan pemerataan akomodasi kesehatan.
Sebanyak 66 rumah sakit umum wilayah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar telah dibangun alias ditingkatkan. Dari jumlah tersebut, 20 rumah sakit umum wilayah baru disebut telah selesai dibangun dan beroperasi.
Untuk masyarakat kurang mampu, negara juga menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta warga. Prabowo menyebut skema tersebut sebagai salah satu sistem agunan kesehatan terbesar di dunia.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut memeriksakan kondisi kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan sejak awal krusial agar penyakit dapat diketahui sebelum berkembang menjadi lebih berat.
"Negara kudu menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat," kata Prabowo.
Selain kekurangan dokter, Prabowo menekankan pentingnya memperhatikan kesehatan gigi. Dia mengingatkan persoalan gigi tidak bisa dianggap sepele lantaran dapat berakibat pada kondisi organ tubuh lainnya.
"Karena dari kerusakan gigi, bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh kita," ujarnya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·