Prabowo: Sinergi Pemerintah-DPR Bukan Berarti Tak Demokrasi, Terima Kasih PDIP

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Wakil Presiden dan Ketua DPR RI menyapa sejumlah legislator pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kerja sama antara pemerintah dan DPR RI nan dinilainya semakin sinergis. Namun, Prabowo menegaskan sinergi tersebut tidak berfaedah kerakyatan di Indonesia berakhir berjalan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

"Saya terima kasih sekarang sudah ada kerja sama nan sangat sinergis antara pemerintah dan DPR. Ini tidak berfaedah bahwa tidak ada demokrasi," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan DPR tetap mempunyai kegunaan pengawasan dan kontrol terhadap pemerintah. Menurutnya, pemerintah kudu tetap terbuka terhadap kritik, tetapi di saat nan sama, pemerintah perlu bekerja sigap untuk menjawab kebutuhan rakyat.

"Kita kudu ada demokrasi, kita kudu diawasi, kita kudu dikritik, tapi kita kudu kerja sigap untuk rakyat kita," ujar Prabowo.

"Dan ini saya kira sudah dihasilkan oleh DPR RI sekarang ini, saya terima kasih," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi unik kepada PDIP. Ia mengaitkan kebijakan pemerintah dalam memperkuat posisi produsen dan komoditas dalam negeri dengan pendapat Marhaenisme nan menjadi salah satu dasar perjuangan PDIP.

"Dan terima kasih unik sekali lagi untuk PDIP. Sebenarnya ini bukan Prabowonomics, ini Marhaenisme ini," ujar Prabowo.

Prabowo sebelumnya meminta support DPR untuk membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis nan ditargetkan mulai beraksi pada 1 Januari 2027.

Menurutnya, bursa tersebut diperlukan untuk membangun nilai referensi Indonesia bagi komoditas utama ekspor nasional sekaligus menciptakan pasar nan transparan dan dapat dipercaya.

“Kita mau membangun pasar nan dalam, transparan, likuid, dan dipercaya dunia,” ujar dia.

Prabowo mengatakan sistem tersebut diharapkan dapat mempertemukan produsen, petani, eksportir, pembeli, dan penanammodal dalam satu sistem dengan info transaksi nan lebih transparan serta mempersempit ruang penipuan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan