Prabowo Sebut Bangsa Indonesia Sangat Ramah: Rakyat Miskin pun Bisa Tersenyum

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Presiden Prabowo luncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung di Bekasi, Kamis (13/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menyebut masyarakat Indonesia dikenal sebagai bangsa nan ramah dan mempunyai sifat baik. Menurutnya, keramahan tersebut merupakan bagian dari karakter bangsa Indonesia meski di tengah beragam tantangan nan dihadapi.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Prabowo mengatakan dirinya tidak pernah membujuk masyarakat untuk membenci pihak lain. Sebaliknya, dia menilai keramahan merupakan bagian dari DNA bangsa Indonesia.

"Saudara-saudara, tidak pernah saya membujuk kita untuk membenci. Sifat bangsa kita justru sangat ramah, kita terkenal dengan keramahan kita, kebaikan kita. Itu adalah DNA kita, itu adalah memang sifat kita," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, karakter bangsa Indonesia nan ramah terkadang justru dipandang sebagai kelemahan oleh bangsa lain. Dia menyebut Indonesia pernah dianggap sebagai soft state alias negara nan terlalu lunak.

"Sifat nan saat ini dianggap oleh bangsa-bangsa lain sifat nan lemah. We are considered the soft state," ujarnya.

Prabowo menilai Indonesia terkadang terlambat menyadari beragam persoalan nan terjadi di dalam negeri. Dia mencontohkan sumber daya alam Indonesia nan selama bertahun-tahun diambil dan diselundupkan melalui aktivitas pertambangan ilegal.

"Kita kadang-kadang lambat untuk menyadari apa nan terjadi di sekitar kita dan di kita. Begitu lama sumber alam kita diambil, diselundupkan, dilakukan tambang ilegal. Harta kita, kekayaan kita diambil di depan mata kita, kadang kita lambat bereaksi," kata Prabowo.

Dia kemudian menyinggung perjalanan sejarah Indonesia nan menurutnya tidak terlepas dari beragam gangguan dan bentrok setelah kemerdekaan. Prabowo menyebut sejumlah peristiwa seperti APRA, DI/TII, PRRI/Permesta, PGRS/Paraku hingga G30S/PKI.

"Begitu kita menerima kedaulatan, begitu Merah Putih diangkat tahun 1950, seterusnya tiap tahun kita mengalami gangguan, intervensi," ujarnya.

Prabowo mengatakan Indonesia merupakan negara majemuk nan terdiri dari beragam suku dan agama. Menurutnya, kemajemukan tersebut merupakan takdir nan kudu diterima dan dijaga bersama.

"Kita ditakdirkan lahir di bangsa majemuk, banyak suku nan berbeda-beda, banyak kepercayaan nan berbeda-beda," sambung Prabowo.

Menurutnya, keahlian masyarakat Indonesia untuk tetap hidup rukun di tengah kemajemukan menjadi perihal nan membikin banyak bangsa lain merasa heran.

"Tapi rupanya kita bisa rukun. Itu nan banyak bangsa merasa heran dengan kita," ujar Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo mengakui tetap banyak masyarakat Indonesia nan hidup dalam kemiskinan. Namun, dia menilai ada perihal nan menurutnya unik dari masyarakat Indonesia, ialah tetap bisa tersenyum meski berada dalam kondisi serba terbatas.

"Rakyat kita tetap banyak nan miskin, nan luar biasa. Rakyat kita nan miskin pun tetap bisa tersenyum. Mungkin bajunya hanya satu stel, rumahnya hanya gedek, makannya saya tidak mengerti, tetap bisa tersenyum," tandas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan