Prabowo Ratas Virtual Bahas Karhutla: Tak Boleh Ada Lagi Pembakaran

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat virtual berbareng sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala BNPB, BMKG, Basarnas dan Geologi untuk memonitor perkembangan penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9). Rapat tersebut membahas perkembangan penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra hingga penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan rapat juga membahas kecelakaan kapal KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa dan delapan orang nan lenyap di Selat Sunda. Sejumlah menteri dan kepala lembaga mengenai mengikuti rapat tersebut.

"Rabu sore, 16 September 2026, dari Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat virtual berbareng sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala BNPB, BMKG, Basarnas dan Geologi untuk memonitor perkembangan penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra, kecelakaan kapal KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa dan 5 wartawan di Selat Sunda, pencarian korban, serta pascagempa NTT," kata Teddy dalam unggahan akun IG @sekretariat.kabinet, Rabu (16/9).

Dalam rapat tersebut, Teddy menjelaskan Prabowo menekankan pentingnya memperkuat pencegahan karhutla. Pemerintah diminta mendorong pengolahan lahan tanpa bakar, termasuk dengan menyediakan perangkat dan pendampingan bagi masyarakat.

"Tidak boleh ada lagi pembakaran rimba dan lahan dengan argumen apa pun. Penanganan karhutla kudu tegas, menyeluruh, dan diperkuat dengan pencegahan sejak dari sumbernya," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat virtual berbareng sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala BNPB, BMKG, Basarnas dan Geologi untuk memonitor perkembangan penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Teddy menuturkan, Prabowo juga meminta agar tidak ada peraturan wilayah nan memberikan ruang bagi pembukaan lahan dengan langkah membakar berasas izin kepala daerah.

Selain itu, setiap pihak nan terbukti melakukan pembakaran maupun lalai mencegah terjadinya pembakaran rimba dan lahan diminta ditindak tegas.

"Melarang keras adanya peraturan wilayah nan mengatur pembukaan lahan dengan langkah membakar berasas izin kepala daerah," kata Teddy.

Dalam rapat itu, disebutkan pula laporan Kapolri mengenai lebih dari 95 korporasi nan melanggar. Prabowo meminta penegakan norma terhadap pihak-pihak nan terbukti melakukan alias lalai mencegah pembakaran rimba dan lahan.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat virtual berbareng sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala BNPB, BMKG, Basarnas dan Geologi untuk memonitor perkembangan penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Selain karhutla, Teddy menegaskan Prabowo meminta pencarian korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 dan delapan orang nan lenyap di Selat Sunda dimaksimalkan.

"Memaksimalkan pencarian korban KMP Virgo Transport 8 dan 8 orang nan lenyap di Selat Sunda," ucap dia.

Menteri Perhubungan juga diminta terus memberikan info kepada family korban serta memastikan hak-hak family terpenuhi.

"Memerintahkan Menteri Perhubungan terus memberi info kepada pihak family serta memastikan kewenangan family korban terpenuhi serta investigasi kecelakaan kapal dilakukan secara mendalam dan objektif," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat virtual berbareng sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala BNPB, BMKG, Basarnas dan Geologi untuk memonitor perkembangan penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Prabowo turut meminta penanganan pascagempa NTT dipercepat. Penanganan tersebut mencakup pemberian support stimulan, penyediaan kediaman sementara, hingga pembangunan kembali rumah penduduk nan terdampak gempa.

"Mempercepat penanganan pascagempa NTT, termasuk support stimulan, kediaman sementara, dan pembangunan kembali rumah terdampak," kata dia.

Presiden menegaskan pemerintah kudu datang dengan respons sigap sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi musibah agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Rapat tersebut dihadiri antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan