Prabowo Ratas Bareng Menhut, BMKG-BNPB, Antisipasi Karhutla hingga El Nino

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Menhut Raja Juli Antoni di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan kepala lembaga ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan tersebut membahas langkah antisipasi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pejabat nan datang antara lain Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kabasarnas Marsda M. Syafi'i, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, serta Kepala BRIN Arif Satria.

"Saya dihubungi tadi pagi, kita bakal ada ratas unik tentang karhutla, ya, kebakaran rimba dan lahan," kata Raja Juli kepada wartawan.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Minggu (31/8). Foto: Dok. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Raja Juli mengatakan, berasas prediksi BMKG, siklus El Niño diperkirakan terjadi lebih cepat. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi.

"Seperti kita ketahui siklus El Niño itu kan terjadi empat tahunan. Dulu 2015, kemudian 2019, 2023, mestinya tahun depan, 2027. Tapi prediksi BMKG ini bakal terjadi apa, El Niño nan cepat, jadi awalnya mestinya 2027 bakal terjadi tahun ini," jelasnya.

"Jadi kekeringannya datang lebih cepat, ya, dan berakhirnya lebih lambat. Nah, itu tentu kudu ada antisipasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden nan justru, apa namanya, mengantisipasi ini, mengundang kami," lanjut dia.

Kepala Basarnas Marsda M Syafi'i di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Menurut Raja Juli, karhutla perlu dicegah lantaran dapat berakibat terhadap kesehatan masyarakat hingga aktivitas ekonomi.

"Kita tahu, ya, karhutla ini hasilnya dari segi kesehatan masyarakat kita kena ISPA, dari segi ekonomi airport tutup, misalkan dulu, ya, sekolah tutup, pusat-pusat perekonomian berhenti. Jadi perlu sekali kita mengantisipasi karhutla ini," ucapnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan