Prabowo Perintahkan Zulhas Cs Bantu Bulog, Ini Tugas-tugasnya

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai mengakselerasi pembangunan prasarana pascapanen sebagai bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah ini ditegaskan langsung melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen dalam rangka Ketahanan Pangan Nasional.

Agar proyek melangkah cepat, Presiden Prabowo Subianto menugaskan Perum Bulog sebagai pelaksana utama di lapangan. Penugasan ini sekaligus menempatkan Bulog sebagai ujung tombak dalam memastikan kesiapan prasarana menjelang musim panen.

"Pemerintah menugaskan Perum Bulog  untuk melaksanakan penyediaan IPP (Infrastruktur Pascapanen)," tulis Perpres 14/2026.

Langkah percepatan ini tidak dilakukan sekaligus, melainkan berjenjang untuk mengejar kebutuhan mendesak tahun ini.

"Percepatan penyediaan IPP dilaksanakan secara berjenjang guna mengantisipasi kebutuhan IPP pada musim panen Tahun 2026," tulis Perpres tersebut.

Di kembali penugasan tersebut, sejumlah menteri hingga kepala lembaga diminta turun tangan langsung membantu Bulog. Koordinasi utama berada di bawah kendali Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

"Menteri Koordinator Bidang Pangan melakukan koordinasi percepatan penyediaan IPP dan memberikan pengesahan atas titik-titik letak IPP," tulisnya.

Peran teknis kemudian diperkuat oleh Kementerian Pertanian nan bekerja memastikan aspek kepantasan proyek melangkah sesuai standar.

"Menteri Pertanian memberikan pertimbangan teknis atas studi kepantasan sederhana kepada Perum BULOG," tulis Perpres tersebut.

Sementara itu, urusan lahan dan tata ruang dipercepat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN agar proyek tidak tersendat di tahap awal.

"Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional melakukan fasilitasi publikasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)." tulisnya.

Dari sisi investasi, pemerintah juga membuka jalur sigap perizinan agar proyek bisa segera dieksekusi.

"Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM memfasilitasi percepatan pengurusan perizinan berupaya berbasis risiko," tulisnya.

Tak hanya itu, Kementerian Dalam Negeri mendapat tugas strategis dalam mengoordinasikan support wilayah sekaligus skema pembiayaan, termasuk penyertaan modal negara untuk Bulog.

"Menteri Dalam Negeri mengoordinasikan proses penyertaan modal negara kepada Perum Bulog," tulis Perpres tersebut.

Pengawasan proyek juga diperketat untuk menghindari potensi penyimpangan. BPKP ditugaskan mengawal aspek finansial hingga manajemen risiko.

"Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan melaksanakan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan, tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal," tulisnya.

Dari sisi hukum, Kejaksaan Agung diminta memberikan pendampingan agar seluruh proses tetap sesuai aturan.

"Jaksa Agung memberikan support pendapat norma dan pendampingan norma bagian perdata dan tata upaya negara," tulisnya.

Bahkan, TNI turut dilibatkan untuk memperkuat support logistik, khususnya di wilayah terpencil dan susah dijangkau.

"Panglima Tentara Nasional Indonesia memberikan support logistik dan pendampingan di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar," tulisnya.

Di level daerah, gubernur hingga bupati/wali kota diminta aktif mendukung percepatan proyek, mulai dari penyesuaian tata ruang hingga penyediaan lahan.

"Gubernur dan bupati/wali kota melakukan penyesuaian rencana tata ruang wilayah serta memberikan kemudahan dan percepatan terhadap proses perizinan," tulis Perpres tersebut.

Dengan pembagian tugas nan rinci ini, pemerintah mau memastikan pembangunan prasarana pascapanen tidak lagi melangkah lambat. Targetnya jelas, menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan produksi dan distribusi.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News