Prabowo Perintahkan Investigasi KM Virgo, Pastikan Hak Keluarga Korban

Sedang Trending 40 menit yang lalu
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk melakukan investigasi secara mendalam terhadap kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Prabowo menegaskan kewenangan family korban kudu dipenuhi.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas berbareng jejeran pemerintah melalui konvensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Prabowo menginstruksikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengoordinasikan langkah-langkah penanganan selanjutnya berbareng Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Selain itu, menginstruksikan kewenangan family korban dipenuhi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tolong dikoordinasikan langkah-langkah selanjutnya berbareng dengan Basarnas, juga pastikan hak-hak family korban itu dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya juga saya minta investigasi nan mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut," ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo meminta agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dengan melibatkan unsur Polri dan TNI.

Kronologi Tenggelamnya KM Virgo

Dalam rapat tersebut, Kepala Basarnas Mohammad Syafi'i melaporkan kronologi kecelakaan KMP Virgo nan berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, membawa 243 penumpang dan 89 kendaraan. Kapal tersebut berangkat pada 13 September 2026 lalu, sekitar pukul 01.00 WIB menghadapi cuaca jelek berupa gelombang kuat dan angin kencang.

"Satu jam berikutnya dilaporkan kondisi kapal mengalami kemiringan berat, dan dalam satu jam berikutnya kapal sudah tidak bisa berkomunikasi. Pada pukul 04.10 WIB Badan SAR Nasional mengaktifkan operasi SAR dan melalui Basarnas Command Center," ujar Syafi'i.

Dalam penanganan awal, Basarnas mengerahkan unsur laut dan udara menuju letak kecelakaan. Sejumlah kapal nan berada di sekitar letak turut membantu proses pemindahan dan sukses menyelamatkan 108 orang serta mengevakuasi enam korban meninggal dunia.

"Kami sampaikan mulai dari kapal MT Mauhau, kapal TB TCP, Haida, KM Cahaya Bahari, dan kapal Nelayan Sri Asih, telah sukses mengevakuasi korban dengan jumlah 108 kondisi selamat dan 6 kondisi meninggal. Jadi total korban nan terevakuasi pada hari pertama sebanyak 114 korban," tuturnya.

Memasuki hari keempat operasi SAR, Syafi'i menyampaikan bahwa pencarian dan pemindahan terus dilakukan dengan mengerahkan unsur udara dan laut. Basarnas, sebutnya, juga menyiapkan tiga tim untuk melaksanakan operasi bawah air dengan support KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

"Hari ini, memasuki hari keempat, operasi kami tetap melaksanakan, baik itu dari unsur udara, kemudian unsur laut, dan kami menyiapkan tiga tim untuk melaksanakan operasi sub underwater, di mana untuk unsur kapalnya sendiri, kami didukung oleh KRI nan mempunyai keahlian untuk underwater ialah Pushidros, ialah KRI Canopus. Kemudian dari tiga tim, kami kerahkan, nan pertama dari satu tim, dari Basarnas special group, kemudian dua tim dari TNI Angkatan Laut, ialah dari pasukan katak dan penyelam khusus," ujar Syafi'i.

(fca/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News