, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan tegas kepada jejeran dewan dan komisaris bank-bank pelat merah nan tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Presiden meminta agar perbankan BUMN tidak semata-mata berorientasi pada pencetakan laba, melainkan kudu memperkuat kontribusinya kepada masyarakat dengan memperluas akses jasa finansial dan kesempatan ekonomi.
Instruksi tersebut disampaikan dalam pertemuan selama empat jam di Istana Kepresidenan pada Kamis malam. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pengarahan Presiden sangat jelas agar kehadiran bank-bank negara betul-betul dirasakan manfaatnya oleh publik.
"Presiden menginstruksikan kepada seluruh bank dan majelis komisarisnya untuk tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga memastikan kehadiran mereka dirasakan oleh masyarakat dengan memberikan kesempatan nan setara bagi UMKM, sektor komersial, dan korporasi," ujar Rosan.
Peran Strategis Himbara
Himbara beranggotakan para lender utama milik negara, ialah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Rosan menambahkan, Presiden Prabowo menyampaikan optimismenya nan tinggi terhadap prospek perekonomian Indonesia. Bertolak dari pandangan itu, pemerintah berambisi bank-bank BUMN dapat memainkan peran nan lebih proaktif dalam memperluas akses pembiayaan dan mengurangi halangan angsuran di seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga meninjau kapitalisasi pasar dari kelima lembaga perbankan negara itu. Berdasarkan info nan dipaparkan, kapitalisasi pasar Bank Mandiri berada di kisaran Rp450 triliun, sementara nilai pasar BRI sedikit di atas nomor Rp450 triliun.
Adapun kapitalisasi pasar BNI tercatat sekitar Rp200 triliun. Dua bank lainnya, BTN dan BSI, juga memberikan kontribusi nan signifikan terhadap total valuasi. "Jika digabungkan, total kapitalisasi pasar mereka mencapai sekitar Rp1.100 triliun, mewakili kira-kira 10 persen dari total kapitalisasi pasar Indonesia," jelas Rosan.
Rosan menegaskan bahwa campuran valuasi sebesar itu menyoroti peran strategis Himbara dalam mendukung stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kekuatan finansial nan masif, bank-bank negara diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam pemerataan kesejahteraan.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·