Mantan Gelandang Spurs Rafael van der Vaart Minta Maaf usai Sebut Pemain Jepang "Semua Terlihat Mirip"

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mantan Gelandang Spurs Rafael van der Vaart Minta Maaf usai Sebut Pemain Jepang Pengamat sepak bola Rafael van der Vaart meminta maaf usai melontarkan komentar kontroversial nan dinilai rasis terhadap para pemain Timnas Jepang.(Media Sosial X)

MANTAN gelandang Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Langkah ini diambil setelah dirinya menuai kecaman akibat menyebut para pemain Timnas Jepang "semua terlihat mirip" dalam sebuah siaran langsung televisi.

Insiden tersebut terjadi saat Van der Vaart bekerja sebagai komentator untuk stasiun penyiaran Belanda, NOS TV. Pria berumur 43 tahun itu sedang menganalisis gol penyeimbang Jepang dalam laga nan berhujung seri 2-2 melawan Belanda. Gol tersebut tercipta setelah bek Belanda, Micky van de Ven, kandas mengawal pergerakan pemain Jepang, Koki Ogawa.

"Mereka semua terlihat mirip, tentu saja, mungkin dia (Van de Ven) berpikir demikian," ujar mantan pemain internasional Belanda itu saat mengomentari lini pertahanan Van de Ven.

Komentar tersebut langsung memicu gelombang kritik. Sadar bakal akibat dari pernyataannya, mantan pemain nan mengantongi 109 caps berbareng Timnas Belanda dan tampil di final Piala Dunia 2010 itu segera merilis pernyataan maaf resmi.

"Sama sekali bukan niat saya untuk menyinggung, menyakiti, alias mendiskriminasi siapa pun. Saya menentang rasisme dalam segala bentuknya dan menghormati orang-orang dari setiap latar belakang, etnis, dan budaya," kata Van der Vaart.

Ia menambahkan, "Saya mengerti bahwa beberapa orang mungkin merasa kata-kata saya menyinggung alias menyakitkan. Saya dengan tulus menyesali perihal itu. Jika komentar saya telah menyebabkan rasa sakit alias kekecewaan, saya mau menyampaikan permohonan maaf nan tulus. Itu tidak pernah menjadi niat saya."

Kendati telah meminta maaf, kecaman tetap datang dari organisasi antipandangan minoritas. Badan kebaikan antidiskriminasi Kick It Out mengkritik keras Van der Vaart dan mendesak lembaga penyiaran untuk lebih selektif serta berhati-hati.

Dalam pernyataan berbareng antara Kick It Out dan Frank Soo Foundation, sebuah yayasan nan mendukung organisasi Asia Timur dan Tenggara, mereka menyatakan kekecewaannya nan mendalam.

"Sangat mengecewakan mendengar mantan pemain melontarkan hinaan rasis tentang tim Jepang dan kemudian memperparah situasinya dengan mencoba memihak komentar tersebut sebagai sebuah lelucon," bunyi pernyataan berbareng tersebut.

"Bahkan jika dia mengeklaim tidak ada niat rasis dalam apa nan dikatakannya, komentar tersebut tetap dapat memberikan akibat bagi mereka nan terlibat, serta organisasi Asia Timur dan Tenggara nan lebih luas, seperti nan telah kita lihat pada contoh-contoh sebelumnya nan ditujukan kepada para pemain."

Mereka juga mengingatkan bahwa Piala Dunia menarik perhatian penonton televisi dunia dalam skala besar. Oleh lantaran itu, sangat krusial bagi para pengisi aktivitas untuk menjaga tutur kata mereka, dan lembaga penyiaran kudu bertanggung jawab penuh atas siapa saja nan tampil di program mereka, baik melalui edukasi maupun training tambahan. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia