Prabowo: Pencak Silat Jati Diri Bangsa, Membentuk Karakter dan Jiwa Kesatria

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Minggu, 12 April 2026 |02:01 WIB

 Pencak Silat Jati Diri Bangsa, Membentuk Karakter dan Jiwa Kesatria

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Youtube Setpres)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan gambaran jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu (11/4/2026).

Menurut Prabowo, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa nan mengandung nilai-nilai luhur seperti keberanian, kehormatan, kerendahan hati, serta komitmen untuk memihak kebenaran dan keadilan. “Pencak silat itu bagian dari budaya kita, dan pencak silat itu bagian daripada pengetahuan kesatria,” ujarnya.

Prabowo menekankan seorang pendekar tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga mempunyai kekuatan jiwa, akhlak, dan keimanan. Ia mengingatkan semakin tinggi pengetahuan seseorang, semakin besar pula tuntutan untuk bersikap rendah hati.

“Ajaran guru-guru kita, semakin berisi semakin menunduk. Ilmu kita adalah demikian. Kerendahan hati, bukan kerendahan diri. Kita hormat, sopan santun, itu adalah budaya kita. Kesatria, pendekar, selalu memihak kebenaran, selalu memihak nan lemah, selalu memihak nan tertindas, selalu memihak keadilan,” tegasnya.

Presiden juga menyoroti pentingnya kebanggaan terhadap budaya sendiri di tengah arus globalisasi. Ia mencontohkan dia selalu bangga menggunakan pakaian-pakaian dari beragam wilayah dalam aktivitas kebangsaan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com