Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan, di tengah krisis pasokan daya bumi akibat bentrok geopolitik, posisi Indonesia dinilai cukup kondusif lantaran mempunyai ketahanan ekonomi nan kuat, serta berada di titik geografis strategis.
Presiden Prabowo menjelaskan, pemerintah telah mempelajari info dan nomor mengenai kondisi daya nasional. Dia percaya Indonesia bisa mengatasi gejolak nilai daya bumi melalui beragam antisipasi, serta penguatan sumber daya domestik dalam satu tahun ke depan.
"Saya telah mempelajari data-data angka-angka dan dalam kesempatan hari ini saya kira ada kesempatan nan baik di mana saya setelah saya mempelajari angka-angka dapat laporan dari menteri-menteri saya, rupanya kondisi kita cukup kondusif ya. Ada tantangan ada kesulitan tapi kita bisa menghadapi dan bisa mengatasinya," kata Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Saat ini pemerintah tengah konsentrasi mengendalikan konsumsi bahan bakar untuk jangka pendek, khususnya dalam 12 bulan ke depan. Strategi tersebut diambil untuk mengatur stabilitas ekonomi nasional di tengah ancaman kenaikan nilai daya dunia akibat bentrok geopolitik.
"Intinya sekarang kita siap kita kuat menghadapi satu tahun ini. Setelah kita pelajari kondisi lantaran apa lantaran sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak nan lewat Selat Hormuz. Kita bisa mencari pengganti lain selain kita punya kekuatan dalam negeri nan sangat kuat," jelas Prabowo.
Selain itu, Prabowo menilai Indonesia memegang peran krusial dalam perdagangan daya internasional lantaran terdapat jalur laut nan menjadi lintasan utama bagi kebutuhan daya negara-negara di Asia Timur. Jalur Selat Malaka, Selat Sunda, hingga Selat Makassar dinilai membikin Indonesia berkedudukan dalam stabilitas daya regional.
"Sadarkah kita bahwa 70% kebutuhan energinya Asia Timur, 70% daya dan 70% perdagangan lewat laut-laut Indonesia. Sadarkah kita bahwa Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Makassar dan sebagainya itu laut Indonesia. Sadarkah kita sungguh pentingnya Indonesia, sadarkah kita sungguh kuncinya Indonesia," paparnya.
Dalam jangka panjang, pemerintah mendorong percepatan transisi menuju daya baru terbarukan (EBT) nan sepenuhnya berasal dari domestik. Pemerintah memprioritaskan sumber daya dari batu bara, singkong, hingga jagung untuk memperkuat kemandirian daya nasional di masa depan.
"Kita kudu mempercepat bahwa daya kita kudu terbarukan, daya kita kudu dari Indonesia sendiri. Bahkan batu bara kita pun banyak sekali dan kita bisa dari batu bara kita bisa menghasilkan solar, kita bisa menghasilkan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung," tandasnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·