Presiden Prabowo Subianto membahas lonjakan minat investasi asing berbareng sejumlah menteri di Kertanegara.(Dok. Youtube Sekretariat Presiden)
PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (14/6), guna membahas laporan signifikan mengenai tingginya minat investasi asing nan masuk ke Indonesia. Pertemuan ini menindaklanjuti hasil kunjungan kerja ke beragam negara nan menunjukkan peningkatan kepercayaan bumi internasional terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut konsentrasi pada pertimbangan hasil kunjungan kerja Menteri Investasi dan Hilirisasi ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Laporan nan diterima Presiden menunjukkan adanya kebenaran dan info sah mengenai arus modal nan masuk ke beragam sektor strategis.
"Laporan tersebut menunjukkan kebenaran dan info sah meningkatnya kepercayaan bumi internasional terhadap Indonesia, nan tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke beragam sektor strategis nasional," ujar Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya.
Sejumlah pejabat tinggi nan datang dalam pertemuan di Kertanegara tersebut antara lain:
- Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Roeslani
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto
- Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria
- Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi
Menanggapi laporan positif tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, untuk memaparkan info investasi tersebut secara transparan kepada publik. Rencananya, penjelasan perincian mengenai capaian investasi ini bakal disampaikan di Istana Merdeka pada Senin (15/6).
Langkah ini diambil sebagai corak komitmen pemerintah dalam menyediakan info nan jeli dan berbasis kebenaran kepada masyarakat mengenai perkembangan ekonomi nasional. Peningkatan investasi ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar Mata Uang Rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nan lebih inklusif di masa mendatang. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·