Binti Mufarida
, Jurnalis-Senin, 06 April 2026 |14:57 WIB

Rumah Subsidi (Foto: Okezone)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat mengenai untuk menghadiri rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Ratas tersebut membahas rencana penyediaan kediaman layak bagi penduduk nan tinggal di bantaran rel kereta api, khususnya di area Senen, Jakarta Pusat.
Berdasarkan pantauan Okezone.com di kompleks Istana Kepresidenan, sejumlah menteri nan dipanggil Presiden Prabowo kali ini ialah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Dirut PT Pindad Sigit P Santoso, hingga Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.
Pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan langsung Presiden Prabowo ke area permukiman padat di bantaran rel pada Maret 2026, lalu. Pemerintah berkomitmen menata area tersebut sekaligus menyediakan kediaman nan lebih kondusif dan layak bagi masyarakat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan bahwa negara kudu datang secara tegas dalam mengelola aset-asetnya, terutama nan selama ini dikuasai pihak lain tanpa pemanfaatan optimal.
“Kita tahu negara ini adalah negara hukum. Jadi tanah negara kudu digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat. Jangan ragu-ragu,” ujar Maruarar kepada awak media.
Dia mengungkapkan, pemerintah telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah letak strategis, seperti di Tanah Abang dan Bandung, termasuk berbareng jejeran PT Kereta Api Indonesia. Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan banyak lahan negara nan berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan.
“Banyak sekali tanah negara nan dikuasai pihak lain dan bakal kita kuasai kembali untuk kepentingan rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah,” tegasnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·