Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2026 |19:25 WIB

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil jejeran menteri dan kepala lembaga nan berangkaian dengan bagian ekonomi ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Jajaran menteri dan kepala lembaga itu antara lain Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, hingga Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto.
Purbaya mengungkapkan, rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto kali ini kemungkinan turut membahas stabilitas fiskal. Namun dia belum mengetahui secara pasti apa saja nan bakal dibahas.
"Belum tahu (bahas apa). Kita jaga-jaga saja. Saya juga bakal nanya stabilitas fiskal. (Kemarin bahas) Stabilitas fiskal," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Ia juga memastikan kondisi ekonomi Indonesia tetap sangat baik. Ia menyebut, pengendalian rupiah bakal jauh lebih mudah selama fondasi ekonomi bagus, dibanding ekonomi berantakan.
"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, duit di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi, kerjasama nan lezat antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dan jika kompak seperti ini, enggak terlalu susah mengendalikan gejolak pasar dunia," ucap dia.
Di sisi lain, Perry enggan mengatakan perihal pembahasan apa nan dilakukan dengan presiden. Begitu juga saat ditanya intervensi apa nan dilakukan Bank Indonesia di tengah kondisi pelemahan Rupiah nan sempat menyentuh Rp 17.000 per /US$, kemarin. "Makasih-makasih," kata Perry.
Senada, Aries menyampaikan, pertemuan dengan Prabowo sedikit banyak turut membahas masalah di Timur Tengah dan kaitannya di dalam negeri.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·