Prabowo: Museum Marsinah Simbol Keberanian Perempuan Perjuangankan Hak Buruh

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto senang Museum Marsinah di Ngajuk, Jawa Timur akhirnya diresmikan. Prabowo menyebuy museum tersebut juga simbol perjuangan kaum buruh sekaligus penghormatan atas keberanian Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Prabowo menegaskan bahwa keberadaan Museum Marsinah mempunyai makna krusial bagi sejarah perjuangan rakyat mini di Indonesia.

"Museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol, dan sebagai tonggak peringatan, untuk memperingati keberanian seorang pejuang, pemuda, seorang pejuang wanita nan berjuang untuk hak-hak kaum buruh," kata Prabowo saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dia menyampaikan perjuangan Marsinah bukan hanya milik kaum buruh, melainkan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Prabowo juga menegaskan bahwa tragedi nan menimpa Marsinah tidak semestinya terjadi di Indonesia nan berdiri di atas dasar Pancasila dan cita-cita keadilan sosial.

"Sesungguhnya peristiwa Marsinah nan dibunuh secara biadab lantaran memperjuangkan kaum pekerja pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi, lantaran negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila," ujarnya.

Prabowo turut menyoroti pentingnya negara datang memihak rakyat kecil, termasuk buruh, petani, dan nelayan, dengan menekankan bahwa Indonesia merupakan negara nan dibangun atas asas kekeluargaan.

"Kalau ini dipahami bahwa kita ini negara kekeluargaan dalam pasal 33 (UUD 1945) juga disebut bahwa perekonomian kita disusun atas dasar kekeluargaan nan kaya kudu narik nan miskin, nan kuat bantu nan lemah," tutur Prabowo.

Dia juga mengungkapkan bahwa seluruh organisasi pekerja telah berasosiasi bunyi mengusulkan Marsinah sebagai pahlawan nasional, dan pemerintah memberikan penghormatan atas perjuangannya bagi kaum pekerja Indonesia.

"Mereka satu suara. Semua organisasi pekerja sepakat ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional dan saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional," ujar Prabowo.

Di akhir sambutannya, Prabowo membujuk seluruh abdi negara negara untuk berpihak kepada rakyat dan tidak lagi membiarkan praktik penindasan terhadap masyarakat kecil.

"Semua abdi negara dari nan tertinggi sampai nan terendah kudu meninggal untuk rakyat bukan malah menindas rakyat," tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita