Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar setiap wilayah mempunyai penyimpanan logistik untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk di saat bencana.
Ia menilai lumbung pangan semestinya sudah menjadi bagian dari kesiapan pemerintah wilayah dalam menghadapi bencana.
"Saya kira itu saran nan baik. Jadi itu dicatat ya, saya kira saran nan baik. Jadi kita hitung secara nasional saja. Iya. Nanti kita bantu tiap provinsi biar gubernur punya penyimpanan persiapan makanan, berbareng juga bupati. Seharusnya sebetulnya juga memang demikian ya," kata Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan gempa bumi NTT, Kab. Nagekeo, NTT, Rabu (26/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengatakan pemerintah pusat bakal mendukung setiap provinsi untuk mempunyai penyimpanan beserta persediaan makanan nan dikelola pemerintah daerah. Ia meminta jajarannya untuk menghitung perkiraan kebutuhan bagi tiap-tiap daerah.
"Nanti kita catat ya. Saya kira saran nan baik. Jadi kita hitung secara nasional saja. Nanti kita bantu tiap provinsi biar gubernur punya penyimpanan dan persiapan makanan sama dengan bupati," ucapnya.
Saran itu mulanya disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto nan mengusulkan setiap kabupaten/kota mempunyai penyimpanan makanan, sehingga support dapat segera disalurkan saat musibah terjadi.
Berkaca dari gempa bumi di NTT, penyimpanan logistik BPBD kosong. Padahal, BPBD merupakan garda terdepan dalam menangani bencana. Sementara di sisi lain, BNPB tidak mempunyai hubungan komando dengan BPBD, sehingga memerlukan waktu untuk mengirimkan bantuan.
"Padahal harusnya bisa memberikan support dasar saja, permakanan. Nanti kami datang untuk memperkuat pendistribusian logistik. Itu nan terlihat sangat menonjol Bapak Presiden. Mohon kelak ke depan ini menjadi perhatian lantaran tentu saja musibah ini sangat banyak terjadi di wilayah kita," kata Suharyanto.
Suharyanto pun menjelaskan penyimpanan itu dalam pengendalian kepala daerah, baik gubernur maupun bupati. Ia berambisi keberadaan penyimpanan itu dapat mempercepat penyaluran support pada tahap awal bencana.
"Paling tidak ketika ada apa-apa bisa saat awal itu bisa memberikan bantuan. Kami hitung tidak banyak-banyak Bapak Presiden. Kalau misalnya dalam corak permakanan itu nilainya Rp5 sampai 10 miliar. Contoh misalnya sembako Bapak Presiden, selimut, tenda-tenda, kemudian matras nan begitu-begitu lengkap," ujarnya.
Selain membahas itu, dalam rapat tersebut Prabowo juga mengecek ihwal penyaluran support sebesar Rp20 miliar untuk setiap kabupaten nan terdampak gempa NTT.
"Bantuan nan Rp 20 miliar tiap kabupaten nan terdampak sudah sampai?" tanya Prabowo.
Suharyanto pun memastikan support itu telah diterima pemerintah wilayah sekaligus menekankan biaya itu hanya boleh digunakan untuk keperluan penanganan bencana.
"Kami juga sudah sampaikan ke pak bupati. Bantuan itu tidak boleh digunakan perihal nan lain selain untuk menangani bencana," kata Suharyanto.
(mnf/dal)
14 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·