Binti Mufarida
, Jurnalis-Rabu, 11 Februari 2026 |20:16 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya mempercepat pengembangan teknologi pengolahan sampah. Khususnya pada skala mikro, sebagai pelengkap program Waste to Energy nan telah berjalan.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat memimpin rapat terbatas berbareng sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (11/2/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto usai rapat menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya percepatan penemuan nan telah dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.
“Jadi Bapak Presiden memberikan pengarahan selain tentu Waste to Energy nan tetap terus berjalan. Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro nan memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan,” ujar Brian di Istana.
Sejumlah teknologi tersebut saat ini telah melangkah dan siap untuk dipercepat implementasinya melalui uji coba di beragam daerah.
Pengembangan ini, lanjut Brian, bakal dilakukan secara terintegrasi dengan Danantara guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program.
“Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita bakal segera pilih dan juga bakal melangkah berbareng Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga bakal melangkah di level-level mikro, di tingkat kelurahan lebih efektif,” kata Brian.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga memastikan aspek lingkungan menjadi perhatian utama. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bakal berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk menjamin bahwa teknologi nan diterapkan tidak menimbulkan akibat negatif.
Pemerintah juga bakal segera menggelar rapat lanjutan berbareng Kementerian Lingkungan Hidup, Danantara, serta pemerintah wilayah untuk mendorong penerapan secara lebih luas.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·