Prabowo Minta Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Ada Proyek Rp239 Triliun

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Prabowo Minta Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Ada Proyek Rp239 Triliun

Prabowo Minta Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Ada Proyek Rp239 Triliun (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, pemerintah terus mempercepat langkah hilirisasi dan penguatan ketahanan daya nasional. 

Hal ini disampaikan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas berbareng Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, pada Rabu (25/3/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa perkembangan program hilirisasi menjadi salah satu prioritas pemerintah. Dari 20 proyek hilirisasi tahap pertama, sebagian telah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking), sementara sisanya dijadwalkan mulai bulan depan.

“Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi nan total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan bakal kita telaah finalisasi,” ujar Bahlil.

Selain hilirisasi, Bahlil juga menyampaikan mengenai dengan pengembangan daya pengganti sebagai bagian dari upaya menuju ketahanan dan swasembada energi. Menurut Bahlil, Presiden Prabowo mengarahkan agar seluruh potensi daya domestik dioptimalkan, termasuk etanol dan biodiesel berbasis crude palm oil (CPO), serta percepatan transisi menuju daya baru dan terbarukan.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi daya nan ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO-CPO, termasuk kita gimana mendorong agar transisi daya lewat daya baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan,” kata Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga melaporkan kondisi terkini nilai komoditas daya dan mineral, khususnya batu bara dan nikel. Bahlil menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan mengenai pengelolaan kedua komoditas tersebut, berbarengan dengan pemerintah terus memantau dinamika pasar global.

“Andaikan pun jika harganya stabil terus, bagus, kita bakal gimana membikin relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi semuanya tetap dalam batas-batas koordinasi dengan pasar, kemudian kebutuhan supply and demand. nan krusial adalah kita inginkan harganya bagus terus, kita doakan nilai batu bara bagus, nilai nikel bagus, kemudian kita bakal gimana melakukan relaksasi terukur,” ungkap Bahlil.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com