Kelompok Tani Hutan Gintung Diberdayakan Lewat Teknologi Tepat Guna

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Kelompok Tani Hutan Gintung Diberdayakan Lewat Teknologi Tepat Guna Kelompok Tani Hutan Gintung mendapatkan training hidroponik.(MI/HO)

TIM Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan pengetahuan pengetahuan dan teknologi tepat guna. Mengusung tema “Pemberdayaan Kewirausahaan Kelompok Tani Hutan Gintung melalui Teknologi Tepat Guna Berbasis Ketahanan Pangan dan Ekonomi Sirkular untuk Peningkatan Pendapatan Keluarga,” aktivitas ini menjadi solusi nyata atas beragam persoalan nan dihadapi masyarakat setempat.

Program ini dibiayai melalui Program BIMA Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Berikut adalah perincian administratif program tersebut:

Komponen Program Keterangan
Ketua Tim PkM Dr. Vella Anggresta, M.Pd.E.
Anggota Tim Adeng Hudaya, S.Si., M.Pd. & Nurlaela, S.Pd., M.Pd.
Mahasiswa Terlibat Raden Muhammad Zaki Pratama & Ainun Nurul Fatimah
Nomor Kontrak 0689/LL3/DT.06.01/2026
Lokasi Sasaran Kelompok Tani Hutan Gintung

Ketua Tim PkM, Dr. Vella Anggresta, M.Pd.E., menjelaskan bahwa program ini dirancang setelah tim mengidentifikasi potensi lahan nan belum optimal serta adanya limbah minyak jelantah nan belum mempunyai nilai tambah.

"Kami mau masyarakat tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, tetapi juga bisa mengembangkan upaya produktif berbasis potensi lokal melalui konsep ekonomi sirkular," ujar Vella.

Inovasi Hidroponik untuk Lahan Terbatas

Kegiatan diawali dengan training budidaya tanaman sistem hidroponik nan dipandu oleh Adeng Hudaya, S.Si., M.Pd. Peserta diajarkan teknik menanam tanpa tanah nan efisien untuk lahan sempit.

Menurut Adeng, teknologi ini memungkinkan masyarakat menghasilkan sayuran berbobot tinggi nan mempunyai nilai jual sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Antusiasme penduduk terlihat saat praktik penyemaian dan penyusunan instalasi hidroponik. Selain teknis budidaya, peserta juga berbincang mengenai kesempatan pemasaran hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Ekonomi Sirkular: Mengolah Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

Aspek ekonomi sirkular diwujudkan melalui training pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Vella memimpin langsung sesi ini, mengubah limbah nan berpotensi mencemari lingkungan menjadi produk imajinatif berbobot ekonomi tinggi.

Manfaat Pengolahan Minyak Jelantah:

  • Mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak sembarangan.
  • Menciptakan produk hiasan dan relaksasi dengan biaya produksi rendah.
  • Membuka kesempatan upaya rumahan baru bagi personil golongan tani.

Selain keahlian teknis, peserta dibekali wawasan mengenai pengemasan produk (packaging) dan strategi pemasaran agar produk lilin aromaterapi mereka bisa bersaing di pasar luas.

Panen Raya dan Keberlanjutan Program

Sebagai penutup, dilakukan pemanenan tanaman hidroponik nan dipandu Nurlaela, S.Pd., M.Pd. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi tepat guna dapat memberikan hasil dalam waktu singkat. Nurlaela berambisi keberhasilan panen ini menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk terus berinovasi.

Melalui sinergi antara akademisi Unindra dan masyarakat, program ini diharapkan menciptakan kemandirian ekonomi nan berkelanjutan, menjadikan Kelompok Tani Hutan Gintung lebih produktif dan berkekuatan saing di masa depan. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia