Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkap potensi penghematan hingga Rp300 triliun dari pemangkasan rantai perantara perdagangan bahan pokok melalui program Koperasi Desa dan Kelurahan (KDKMP) Merah Putih.
Prabowo mengatakan saat ini petani tetap kudu melewati hingga lima perantara sebelum hasil produksinya sampai ke konsumen. Kondisi tersebut membikin nilai bahan pokok menjadi lebih mahal lantaran setiap perantara mengambil margin dari rantai distribusi.
"Yang sekarang ini petani ini kudu melalui 1, 2, 3, 4, 5 lima perantara sampai ke konsumen ya. Dan si perantara itu ya dia menikmati margin rata-rata 30% sampai 40%," kata Prabowo dalam wawancara dengan media di kediamannya, Hambalang, Bogor, minggu lampau (6/9/2026).
Menurut Prabowo, margin nan dinikmati para perantara namalain middleman alias tengkulak tersebut jika dihitung dari perdagangan bahan pokok mencapai sekitar Rp 300 triliun.
"Berarti untung middleman itu dari segi bahan pokok aja. Itu Rp 300 triliun," ujarnya.
Prabowo mengatakan keberadaan KDKMP diharapkan dapat memangkas rantai pengedaran tersebut. Dengan koperasi berada di tingkat desa dan kelurahan, petani nantinya hanya menghadapi satu perantara sebelum produknya sampai ke konsumen.
"Jadi dengan ada KDKMP ya, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih petani hanya ada satu perantara sampai ke konsumen dan ini koperasi nan dia miliki," kata Prabowo.
Ia memperkirakan perubahan tersebut dapat memberikan faedah baik bagi petani maupun konsumen. Dari total margin Rp 300 triliun nan selama ini dinikmati perantara, sekitar Rp 50 triliun disebut dapat dinikmati konsumen melalui nilai nan lebih rendah.
"Saya kira nan Rp 50 triliun ialah konsumen bisa nikmati. Tapi berfaedah nan Rp 250 triliun bakal dinikmati oleh mereka sendiri, tambahan untuk petani tapi konsumen juga hemat," ujarnya.
Prabowo mengatakan program Koperasi Merah Putih saat ini terus berjalan. Hingga saat ini, sekitar 6.000 koperasi disebut telah beroperasi.
"Koperasi Merah Putih juga berjalan. Hari ini sudah sekitar 6.000 koperasi beroperasi. Kita harapkan akhir tahun bisa tambah," kata Prabowo.
Menurut dia, Koperasi Merah Putih menjadi salah satu langkah krusial lantaran untuk pertama kalinya Indonesia membangun rantai pasok hingga ke tingkat desa.
"Jadi menurut saya kelak Koperasi Merah Putih adalah langkah nan sangat krusial ya. Karena pertama kali dalam sejarah republik kita punya rantai pasok sampai ke desa," ujarnya.
Dengan rantai pasok nan lebih pendek, pemerintah berambisi biaya logistik dan pengedaran dapat ditekan. Namun, menurut Prabowo, akibat penuh dari program tersebut baru bakal terasa beberapa tahun setelah implementasi.
"Berarti kita bisa motong banyak sekali biaya logistik dan ini kelak bakal efeknya bakal terasa saya kira berapa bulan sesudah ya mungkin tahun 2027-2028 akhir ini kurang lebihlah ya," kata Prabowo.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·