Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto berjanji bakal memberikan support layar interaktif panel kepada sekolah dan pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama, langsung empat unit per kelas.
Awalnya Prabowo menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Nahdlatul Ulama lantaran banyak sekolah dan pesantren di bawah naungan ormas Islam tersebut nan belum menerima support layar interaktif panel.
"Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama. minta maaf. lantaran saya baru tahu bahwa layar interaktif panel banyak sekolah-sekolah pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama nan belum menerima," kata Prabowo, saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Rabu (28/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menjelaskan keterlambatan pengedaran perangkat digitalisasi pendidikan itu murni lantaran persoalan manajemen antar-kementerian. Ia pun pasang badan untuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan menyebut keterlambatan ini bukan kesalahan kementerian tersebut.
"Ini adalah ruang lingkup manajemen Menteri Pendidikan, Mendikdasmen, beliau tidak salah lantaran Dikdasmen mengurus sekolah-sekolah negeri," ujarnya.
Menurut Prabowo, pengelolaan sekolah dan madrasah di bawah naungan NU berada di wilayah kerja Kementerian Agama, sehingga pengedaran perangkat teknologi tersebut kudu melibatkan kementerian nan menangani pendidikan keagamaan.
"Sekolah-sekolah di bawah NU diurus oleh Menteri Agama, benar," kata Prabowo.
Meski sempat tertunda, Prabowo memastikan seluruh ruang kelas di sekolah maupun pesantren NU tidak bakal dianaktirikan dan tetap mendapat akomodasi nan sama dengan sekolah negeri.
"Tidak ada masalah walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU bakal menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri," ujar Prabowo.
Sebagai corak kompensasi atas keterlambatan tersebut, pemerintah bakal merapel pemberian layar interaktif. Jika sekolah negeri mendapat akomodasi secara bertahap, sekolah NU bakal langsung mendapatkan empat layar sekaligus per kelas.
"Tahun nan lampau semua sekolah negeri terima satu layar satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya bakal menerima tambahan tiga, tapi NU segera bakal terima langsung empat," katanya.
Prabowo menyebut langkah pemberian empat layar sekaligus ini sebagai corak pemenuhan komitmen pemerintah terhadap kaum nahdliyin.
"Jadi utang saya kepada NU sudah agak terpenuhi," pungkasnya.
(frd/mnf)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·